PC ISNU Sumenep Gelar Deklarasi Pemilu Anti Money Politic
Sumenep. Pada Sabtu (5/04/2014) bertempat di Kantor PC NU Sumenep, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Sumenep memprakarsai “Dialog Interaktif dan Deklarasi Pemilu Anti Money Politic”. Acara yang digelar secara lesehan ini dihadiri oleh sejumlah pihak, mulai jajaran PC NU, PC ISNU, pimpinan partai politik, KPU, Bawaslu, tokoh masyarakat dan mahasiswa. Meski diwarnai insiden pemadaman listrik, sehingga mengubah desain acara yang sebelumnya direncanakan disiarkan secara langsung melalui Radio NUSA FM, namun hal itu tidak mengurangi kekhidmatan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua PC ISNU Sumenep, KH. Mohammad Husnan, S. Ag, M. Pd, menyatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi pendidikan politik kepada masyarakat dalam perhelatan Pemilihan Umum. Kiai Husnan yang juga Wakil Rektor 3 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) ini menegaskan bahwa “Pemilu bukan sekedar ‘pesta demokrasi’ yang rutin diselenggarakan sehingga kehilangan ruh-nya, melainkan momentum untuk melakukan perbaikan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara kita. ISNU bermaksud ikut ambil bagian dalam kerangka melakukan pendidikan politik kepada masyarakat”.
Dari jajaran PC NU Sumenep, hadir Ketua Tanfidziyah PC NU Sumenep, KH. A. Pandji Taufiq, Sekretaris, dan sejumlah pengurus teras PC NU. Kiai Pandji, dalam sambutannya, menyampaikan keprihatinannya atas semakin masifnya kerusakan yang diakibatkan oleh perilaku pemimpin di sejumlah lembaga di negeri ini. Beliau mencontohkan semakin memasyarakatnya kosa kata ‘korupsi’. Pada tahap selanjutnya, masyarakat menjadi terbiasa dengan terbongkarnya kasus-kasus korupsi. Beliau berharap: “Kita-kita yang sudah berpendidikan; ada yang aktivis, mahasiswa, pengurus parpol, bahkan ada dosen dan tokoh masyarakat; hendaknya tidak ikut-ikutan memperkeruh keadaan dengan menjadi bagian dari permainanmoney politic pada pemilu 2014 ini”, tegas Kiai Pandji di hadapan seluruh undangan.
Acara dilanjutkan dengan diskusi mengenai pemilu bersih dan pemilu anti money politic bersama sejumlah pimpinan partai politik di Sumenep, KPU, dan Bawaslu. Diskusi dipandu oleh A. Faidi Haris, MA, LLM, salah seorang pengurus PC ISNU, sebagai moderator. Peserta tampak sangat antusias mengikuti jalannya diskusi. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam diskusi tersebut. Diksusi dimulai dari Panwaslu, lalu pimpinan DPC Partai Demokrat, kemudian pimpinan DPC Partai Nasional Demokrat, DPC Partai Kebangkitan Bangsa, serta salah satu komisioner KPU Sumenep. Diskusi berjalan dengan seru, terjadi sambut silang tawaran solusi mengenai semakin menjamurnya permainan money politic di even pemilu antara peserta diskusi dengan pengurus parpol, panwas, dan komisioner.* (ditulis oleh: Ach. Khatib, M. Pd.I).