Prof. Imam suprayogo dukung Instika menjadi Universitas

Instika, 17 Agustus 2015. Lembaga pendidikan pesantren selalu menemukan format menarik dalam memeriahkan dan, memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Seperti yang dilakukan Instika, mengemas acara tersebut dengan halal bihalal bersama segenap dosen dan karyawan di lingkungan Instika. Dalam halal bihalal tersebut, Instika ingin mengokohkan semangat perjuangan para leluhur negeri ini dalam bidang pengembangan pendidikan.

Hadir dalam acara halal bihalal tersebut, adalah mantan Rektor UIN MALIKI MALANG, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, MA., yang merupakan salah satu ilmuan terbesar yang dimiliki Insdonesia. Dalam orasi ilmiahnya, ia menjelaskan betapa pentingnya pengembangan perguruan tinggi sebagai lembaga yang mampu melahirkan kalangan Intektual muslim sehingga dapat mempercepat pembangunan Indonesia.

Tidak hanya itu, Guru Besar yang meraih penghargaan MURI atas keistiqomahannya dalam menulis artikel tiap hari ini juga mendukung Instika untuk alih status menjadi Univertas. Bagi beliau, dengan alih status menjadi Universitas, perguruan tinggi pesantren akan mampu melakukan integrasi keilmuan secara sempurna, sehingga melahirkan ahli biologi namun juga kokoh akidah dan keimanannya, ilmuan yang mampu menyingkap berbagai fenomena alam dengan pendekatan al-Qur’an.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa al-Qur’an bukan sekedar kitab suci, namun juga sumber ilmu pengetahuan (sains). Ia menceritakan tentang penemuan mahasiswanya di UIN MALANG yang diawali perenungan terhadap ayat-ayat al-Qur’an, misalnya ayat yang menceritakan berhentinya pendarahan Siti Maryam yang terdapat dalam QS. Maryam, ketika melahirkan setelah kejatuhan “Ruthobah” atau kurma muda. Dari hasil renungan tersebut lalu terungkap dengan hasil penelitian bahwa Ruthobah mengandung zat yang dapat memberhentikan pendarahan, dan zat itu tidak terdapat dalam buah-buahan apapun di dunia.

Dalam orasinya yang berlangsung kurang lebih 120 menit tersebut, Prof. Imam menekankan pentingnya integrasi keilmuan, sehingga dapat mengungkap kandungan ayat al-Qur’an dalam berbagai dimensi kehidupan nyata, misalnya orang belajar kimia, biologi, dan fisika dapat menemukan betapa kekuasaan Tuhan begitu besar dan ciptannya begitu indah dan mengagumkan sehingga ia tanpa sadar mengucapkan Subhanallah, karena saking takjubnya.

Acara yang dihadiri ratusan peserta dari unsur Dosen, Karyawan Instika, Pengurus Pesantren Annuqayah, para Kiai Muda Annuqayah serta perwakilan dari satuan lembaga pendidikan di Annuqayah ini berjalan lancar dan khidmat, sesekali Prof. Imam melemparkan joke-joke Inspiratif yang sontak disambut tawa oleh peserta. Sayangnya, acara tersebut tidak diikuti dengan sesi tanya jawab, “padahal tokoh seperti beliau ini tidak bisa datang tiap bulan ke Instika, jika ada kesempatan untuk berdiskusi tentu akan lebih seru” ungkap Royhan Fajar salah satu mahasiswa yang hadir di acara tersebut.
Selain itu Muksit mengungkapkan bahwa pihaknya merasa mendapat pencerahan dan ilmu yanh tak terkira, terutama ketika Prof. Imam menjelaskan tengang profile Ulul Albab yang digambarkan sebagai sosok yang memiliki Kematangan Intlektual, Kedalaman Aqidah dan Spiritual, serta Kematangan Profesional. Sosok yang memiliki Kecerdasan Intlektual yang tinggi, memiliki pandangan dan pendengaran Tajam, Kelembutan Hati, dan keberanian untuk berjuang di jalan Allah, serta selalu ingat Allah dalam keadaan duduk, berdiri dan berbaring dimanapun ia berada. “Saya berharap mahasiwa Instika dengan mottonya sebagai kampus TATAKRAMA (Taqwa, Tafaqquh, Khidmah dan Rahmatan lil alamin, Red) dapat juga menjadi sosok sebagaimana digambarkan bapak imam” Ungkap aktivis LPM di Instika ini dengan penuh kebanggaan. (Adm)