Instika Selenggarakan Seminar Nasional bertemakan Migas

Instika Guluk-Guluk, 04 Oktober 2015. Bentuk kebebasan mimbar akademik di perguruan tinggi salah satunya adalah adanya berbagai seminar dengan ragam tema, lintas tokoh, dan berbagai peserta lintas profesi. Dalam mewujudkan kebebasan mimbar akademik tersebut, Instika pada Jum’at, 02 Oktober 2015 melaksanakan semiar tentang Migas dengan tema “Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sektor Migas”

 

Seminar nasional tersebut, terlaksana atas kerjasama Instika dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Republik Indonesia. “dengan adanya seminar ini, kami berharap Instika bisa ikut andil dalam berbagai wacana pemberdayaan masyarakat, karena itu ketika Instika mendapatkan tawaran tersebut, kami sangat antusias. Selain ini akan memberikan efek peningkatan suasana akademik di perguruan tinggi, juga akan menjadi peluang bagi Instika untuk terus bekerjasama dengan badan-badan pemerintah lainnya dalam kegiatan akademik” ungkat Fathor Rachman utsaman, selaku panitia local kegiatan tersebut

Dalam seminar tersebut, hadir sebagai pembicara adalah Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudianto Rimbono  dan Achsanul Qasasi, selaku anggota 7 BPK RI. Keduanya mewakili dari Instansi masing-masing dan menjelaskan bahwa kedua lembaga tersebut bersinergi untuk memastikan bahwa dana pengelolaan dana migas sudah benar-benar diperuntukkan bagi peningkatan dan memberdayakan masyarakat. Dalam seminar tersebut diungkapkan bahwa Madura, khususnya sumenep memiliki potensi sumber daya migas yang luar biasa. Dalam setahun, bisa saja tembus belasan miliar rupiah.

Seminar tersebut mengundang sekitar 1000 peserta dari unsur tokoh masyarakat, pengelola lembaga pendidikan, pengamat, dosen dan juga unsur mahasiswa dari berbagaii kabupaten di Madura. “kami senang Instika mengadakan seminar seperti ini, kami berharap Instika lebih seringlagi mengadakan seminar nasional dengan berbagai tema, karena ini dapat mengembangkan wawasan keilmuan kami” ungkap Roischan Fajar mahasiswa semester akhir di Instika. (Adm)