Instika
Guluk-Guluk, 18 April 2016. “Guru yang baik adalah guru yang mendidik muridnya menjadi pemenang, bukan pecundang. Seorang pemenang selalu melihat solusi dalam setiap masalah, sementara pecundang melihat masalah sebagai jalan buntu,” demikian kata J. Sumardianta, saat bedah buku karyanya, Guru Gokil Murid Unyu, dalam rangkaian kegiatan Festival Cinta Buku (FCB), Ahad (17/04).
Guru SMA Kolose De Britto yang dikenal dengan sebutan “Pak Guru” itu kemudian mengatakan bahwa seorang pemenang akan mengatakan, “Wah, ini sulit tapi bisa”, sementara seorang pecundang akan mengatakan, “Wah, ini bisa tapi sulit”. Seorang pecundang juga biasanya senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang.
“Di Pendidikan, murid tidak cukup dinasehati. Kalau dinasehati, mereka akan melawan. Karena mereka masih dalam jendela pemberontak. Murid lebih banyak memerlukan kearifan, ketimbang pengetahuan. Kalau saya mengajar, belum tentu mereka belajar. Kalau saya mengondisikan mereka bisa belajar, maka mereka akan belajar,” kata penulis Buku Habis Galau Terbitlah Move On tersebut.
Menurutnya, guru yang baik adalah guru yang menginspirasi dan menyalakan harapan murid-muridnya. Guru yang berhasil adalah guru yang bisa melatih anak didiknya agar menyelesaikan masalah mereka sendiri. Karenanya, guru itu tidak semestinya hanya berceramah di dalam kelas. Mengingat, tak semua murid memiliki kemampuan untuk mencerna materi dengan baik.
Sementara itu, M. Mushthafa, Dekan Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Keislaman Annuqayah yang bertindak sebagai pembanding menyampaikan bahwa buku ini menarik, khususnya untuk mereka yang ada di dunia pendidikan. Buku ini bercerita pengalaman J Sumardianta dalam mengajar di SMA Kolose de Britto. Di dalamnya, pembaca bisa memperoleh inspirasi dalam mendidik murid yang benar.
Selain itu, alumni Utrecht University tersebut menambahkan bahwa “Pak Guru” adalah sosok guru teladan. Mengingat, ia adalah pembaca dan penulis yang baik. Kekayaan wawasan dari membaca itulah yang kemudian diolah dan dapat memperkaya praksis pembelajaran di kelas.
Bedah Buku Guru Gokil Murid Unyu tersebut selain dihadiri oleh J. Sumardianta bersama Tim dari Bentang Pustaka, juga dihadiri oleh peserta dari jajaran dewan Guru Annuqayah, Dosen, Mahasiswa, dan pecinta buku lainnya di Madura. [Adm/Paisun]