Belajar Mutu ke UIN MALANG

“Rumus penjaminan mutu sederhana: tuliskan apa yang dikerjakan dan kerjakan apa yang ditulis,” kata Bapak Rosihan, kepala bidang Standar, Lembaga Penjamin Mutu Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Kamis (28/05) pagi. Sepintas, apa yang disampaikan oleh mantan konsultan ISO tersebut memang sederhana. Tetapi setelah beliau menyampaikan lebih banyak tentang penjaminan mutu dalam berbagai aspeknya, nyatanya memang tidak mudah. Ada banyak hal yang perlu disiapkan, mulai dari sumber daya manusia,
“Tugas penjamin mutu bukan eksekutor. Ia berugas memberikan data kepada pimpinan sebagai evaluasi terhadap apa yang telah terjadi. Namun, tugas penjamin mutu bukan hanya mengoreksi dan mengevaluasi, tetapi juga harus mampu menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi.” Pak Rosihan menambahkan menghindari dimaksud di sini, penjamin mutu harus membuat pedoman-pedoman, Standar operational procedure (SOP), dan sejenisnya.
Namun sayangnya, perguruan tinggi selama ini hanya fokus kepada penjaminan mutu eksternal, sementara pemnjaminan mutu internal yang seharusnya menjadi fokus utama perguruan tinggi, justru kurang diperhatikan. Yang dilakukan perguruan tinggi hanya dilakukan untuk mendapat pengakuan “baik” dari luar atau eksternal, sekalipun mahasiswa sendiri tidak pernah merasakan bahwa perguruan tinggi dimaksud sudah benar-benar “baik”. Mudahnya, penjamin mutu dilakukan dalam jangka pendek hanya untuk mendapatkan akreditasi, bukan benar-benar untuk menjamin mutu perguruan tinggi. “Padahal, standar penjamin mutu internal dulu yang harus terpenuhi dan sustainsable, baru eksternal,” tambah Pak Rosihan.
Drs. H. A. Halim Isma’il, M.Pd.I, kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPMP) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep menyampaikan bahwa maksud kedatangan Tim LPMP INSTIKA memang tidak untuk kepentingan akreditasi. Kepentingan tim LPMP INSTIKA adalah belajar di bidang LPMP yang bisa segera diterapkan di INSTIKA, sepulangnya dari UIN Maliki Malang. “Intinya, kami harus mempunyai oleh-oleh yang akan dibawa pulang untuk diterapkan di INSTIKA,” kata mantan Dekan Fakultas Tarbiyah tersebut.
Terkait hal ini, Pak Rosihan mengaku terharu dengan niat dan komitmen tim LPMP INSTIKA. Ia akan membantu semampunya demi memenuhi kebutuhan tim LPMP INSTIKA. Hanya saja menurutnya, memang ada skala prioritas yang perlu dilakukan agar lebih terfokus. Dalam dunia penjaminan mutu, biasanya disebut siklus.
“Barangkali siklus yang akan kami kembangkan adalah bidang akademik dan pembelajaran dulu. Itulah yang akan menjadi prioritas kami. Selanjutnya, bisa dikembangkan ke siklus yang lainnya,” ujar Pak Halim, panggilan akrab Kepala LPMP INSTIKA. Untuk selanjutnya, diskusi dan pelatihan bersama Penjamin Mutu atau Quality Assurance UIN Maliki.
Untuk diketahui, Tim LPMP INSTIKA belajar secara lebih detail tentang pemjaminan perguruan tinggi ke Penjamin Mutu atau Quality Assurance UIN Maliki. Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada hari Kamis s.d Jumat, 28 s.d 29 Mei 2015 di Aula Penjamin Mutu UIN Maliki. Adapun tim yang diutus terdiri dari Kepala dan Sekretaris LPMP, dan perwakilan dari masing-masing fakultas dan program pascasarjana di INSTIKA.[Paisun]