Laporan Tim Penjaminan Mutu Instika di UIN Malang
“INSTIKA itu saingan terberat kami lho mas. Kemarin tiba-tiba mahasiswa lapor selepas mengikuti lomba. Saya tanya: siapa juaranya? Dari INSTIKA pak. Ya, sudahlah kalau begitu,” kata Pak Segaf, salah seorang pejabat teras UIN Maliki yang saat ini berada di Satuan Pemeriksa Internal (SPI) UIN Maliki.
Apa yang dikatakan Pak Segaf tersebut memang tidak mengada-ngada. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, INSTIKA memang seringkali berjumpa tim UIN Maliki di beberapa kesempatan even kompetisi. Di UIN maliki sendiri, beberapa tahun silam, tim debat bahasa Arab INSTIKA berhasil mengalahkan UIN Maliki sehingga berhasil menjadi juara 1 dalam Lomba Debat Bahasa Arab Tingkat Internasional. Yang terbaru, bulan April lalu, tim INSTIKA berhasil mengalahkan tim UIN Maliki Malang di semifinal dalam Lomba Debat Bahasa Arab IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk memang berada di daerah terpencil yang sama sekali jauh dari pusat perkotaan. Bahkan, dalam suatu kesempatan, salah seorang tamu INSTIKA terkejut saat mengetahui bahwa di Guluk-Guluk ada Pondok Pesantren Annuqayah yang cukup besar dan memiliki perguruan tinggi. Karena menurutnya, biasanya lembaga pendidikan besar selalu berada di tengah-tengah kota. Bandingkan misalnya dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang, yang memang berada di pusat keramaian kota Malang.
Dari sisi jumlah mahasiswa, untuk wilayah Sumenep, INSTIKA memang masih menjadi salah satu yang terbanyak. Namun, tentu saja jauh bila dibandingkan dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki, Malang, yang mana mahasiswa barunya setiap angkatan bisa berjumlah 6-7 ribu orang. Jumlah seluruh mahasiswa INSTIKA saja baru sekitar 3000-an, separuh dari mahasiswa baru UIN Maliki Malang.
Meski demikian, INSTIKA sama sekali bukan kampus yang marginal. Meski berada di daerah terpecil, INSTIKA dalam beberapa kesempatan bisa mensejajarkan diri dengan kampus-kampus tenar di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan selainnya. Dalam kesempatan Call For Paper tentang ekonomi syariah yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Ekonomi Syariah Indonesia (IAEI) beberapa waktu lalu, tim mahasiswa INSTIKA berhasil meraih predikat 3 karya terbaik bersama tim dari Universitas Brawijaya Malang dan Fakultas Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB).
Tentang prestasi mahasiswa ini, INSTIKA memang sudah diakui oleh berbagai kalangan. UIN Maliki sendiri menyatakan bahwa mahasiswa INSTIKA adalah saingan terberat mahasiswa UIN dalam berbagai kesempatan lomba, baik di bidang debat bahasa Arab, tafsir al-Quran, karya tulis ilmiah, dan sejenisnya.
Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa INSTIKA merupakan kampus yang dapat bersaing dengan kampus ternama di Indonesia. Saingan INSTIKA bukan hanya kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) baik swasta dan negeri, tetapi juga kampus-kampus umum yang berada di bawah Kementrian Riset dan Dikti. Wallahu A’lam. (Paisun)