Guluk-Guluk - Instika - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akhlak Tasawuf (AT) Fakultas Ushuluddin mengadakan Pelatihan Salat Khusyuk, Selasa (7/2/2017) di Aula Mini Instika. Peserta pelatihan dikhususkan pada seluruh mahasiswa/i AT. “Kami mewajibkan seluruh mahasiswa dan mahasiswi AT untuk mengikuti pelatihan salat khusyuk ini,” kata Kajur AT, Mahmudi, M.Fil.I.
Hadir dalam pelatihan, Rektor Instika Drs. KH. Abbadi Ishomuddin, M.A., Wakil Rektor III Drs. H. A. Washil, M.Pd.I., Pengasuh Annuqayah K. Hanif Hasan, dan beberapa dosen Instika.
Pelatihan Salat Khusyuk dilaksanakan di bawah bimbingan Prof. Dr. Amin Syukur.
Menurut Mahmudi, pelatihan salat dilaksanakan untuk memperbaiki kualitas salat mahasiswa. “Salat adalah tiang agama. Salat dapat mencegah seseorang melakukan perbuatan keji dan mungkar. Namun, hal ini tidak akan diraih apabila salat yang dilaksanakan tidak dikerjakan dengan khusyuk atau tidak berkualitas. Oleh karena itu, dibutuhkan latihan bagaimana salat yang berkualitas itu,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Amin Syukur menyampaikan bahwa sebelum mengerjakan salat seseorang harus melakukan persiapan dengan sebaik mungkin. “Misalnya, sebelum salat kita dianjurkan untuk berwudu’, maka wudu’ itu harus kita kerjakan dengan baik dan benar. Sulit bagi seseorang untuk memperoleh kekhusyukan dalam salat apabila persyaratan sebelum mengerjakan salat tidak dilaksanakan dengan baik dan benar,” terangnya.
Untuk menggapai kekhusyukan, ketika akan melaksanakan salat, pada saat berdiri dan akan mengucapkan takbir, seluruh anggota tubuh termasuk akal dan hati atau perasaan, harus sama-sama dirilekskan. Jangan lupa berdoa meminta kekhusyukan kepada Allah. “Khusyuk itu adalah pemberian dari Allah. Jadi, harus diminta,” tegasnya.
Menghadirkan kesadaran penghambaan dan cinta kepada Allah adalah salah satu hal penting yang harus ditumbuhkan ketika akal dan perasaan sedang rileks dalam salat. Pada intinya, ketenangan dan penghayatan yang mendalam terhadap bacaan dan gerakan dalam salat menjadi kunci untuk menggapai kekhusyukan.
Pada sesi latihan, semua peserta mengikuti dengan khidmat. Peserta dibimbing untuk khusyuk dalam shalat. Mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Terdengar isak tangis peserta saat sujud. “Jika kalian memperoleh kekhusyukan dalam latihan, maka saya mengharapkan dapat diterapkan dalam salat yang sebenarnya. Tidak perlu dipandu lagi,” saran Prof. Amin. (Masykur Arif/LP2D)