HMJ PAI GELAR BEDAH BUKU

Guluk-Guluk - Instika - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) menggelar bedah buku “Jejak Intelektual Pendidikan Islam Generasi Salafiyah dan Khalafiyah”, Rabu (8/2/2017) siang di Aula Mini Instika.

Acara dibuka untuk umum. Sekitar 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan umum hadir ke acara ini. Pembicara utama adalah penulisnya Zaitur Rahem, M.Pd.I., dan A. Dardiri Zubairi sebagai pembanding.

Menurut Ketua Panitia, A. Makki Fawaid, bedah buku ini dilaksanakan, selain untuk mengetahui isi buku yang dipaparkan langsung oleh penulis dan pembedah, juga untuk menambah pengetahuan tentang perkembangan pendidikan di dunia Islam.

“Bedah buku ini merupakan tambahan pengetahuan bagi kami di samping kuliah,” katanya.

Dalam pemaparannya, Zaitur Rahem, penulis buku yang sekaligus Dosen Fakultas Tarbiyah, menyampaikan tiga hal. Pertama, mengenai proses penulisan buku. “Proses penulisan buku saya ini terplaning seiring jadwal perkuliahan,” jelasnya.

Kedua, mengenai sajian buku dan isinya. Menurutnya, sajian buku ditulis berdasar peta silabus, tetapi dengan tafsir lebih dimensional. Sementara, isi atau substansi pemikiran buku murni tentang kajian keislaman (islamic studies). “Dimensi bahasan terdiri dari pendidikan keislaman, historisitas pendidikan keislaman, nilai-nilai pendidikan keislaman, dan dimensi-dimensi lain dalam pendidikan Islam,” tuturnya.

Ketiga, target penulisan buku. Zaitur mengatakan bahwa target utama dirinya menulis buku adalah untuk support keilmuan dan menumbuhkan semangat belajar, baik bagi dirinya sendiri, masyarakat umum, terkhusus mahasiswa yang mengkaji ilmu-ilmu keislaman. “Dengan menulis buku ini, sebenarnya saya juga ingin mengajak mahasiswa untuk kreatif,” ungkapnya.

Sementara itu, A. Dardiri mengatakan bahwa kajian keislaman menjadi tugas dominan para insan akademis pesantren. Sebab, dunia pesantren mulai mengalami pergeseran nilai. Ideologi liberal dan lain sebagainya yang bukan khas pesantren menyerbu pesantren. “Solusinya, harus ada yang peduli seperti Mas Zaitur Rahiem ini,” tandasnya. (Masykur Arif/LP2D)