REKTOR: MARI TINGKATKAN KINERJA KITA

Guluk-Guluk – Instika - “Mari kita berusaha meningkatkan kinerja kita,” demikian ungkap Rektor Instika Drs. H. Abbadi Ishomuddin, MA., dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Pra-Rapat Kerja (Raker) 2017 di Aula Mini Instika (8/7/2017).

Melalui rapat pra-raker, Rektor sangat mengharapkan Raker pada tahun 2017 ini terlaksana dengan baik, dengan perencanaan yang matang sehingga menghasilkan program-program yang dapat direalisasikan dengan maksimal, tepat, dan bermanfaat.  

Menurut penilaian Rektor, hasil Raker tahun-tahun sebelumnya banyak yang tidak terlaksana dikarenakan tidak mengacu pada program kerja yang benar-benar riil. “Raker tahun ini diharapkan mengacu pada program-program yang riil sehingga semuanya bisa terealisir,” tegas Rektor.

Perubahan yang lebih baik sangat ditekankan oleh Rektor. Katanya, perubahan merupakan kata lain dari kemauan untuk terus belajar. Di samping itu, sambungnya, perubahan akan terjadi sesuai dengan kehendak kita. Rektor tidak menginginkan kerja-kerja di Instika berjalan secara alami atau tanpa perencanaan, melainkan sesuai dengan kehendak dan kemauan atau sesuai dengan rencana-rencana yang sudah dibuat.

Dalam sambutannya, Rektor juga menyampaikan beberapa hal yang perlu untuk terus ditingkatkan, seperti digitalisasi dalam segala bidang administrasi, jaringan internet, buku referensi, kurikulum, pendanaan, kualitas dosen, kemampuan mahasiswa di bidang keagamaan, dokumentasi yang baik, dan semangat kerja karyawan.

Rektor juga memperjelas moto Instika sebagai prinsip dalam bekerja yang terdiri dari tiga hal, yaitu Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas. Menurutnya, Kerja Keras adalah bekerja dengan sungguh-sungguh sampai tuntas. “Semua orang tau, makna kerja keras itu,” katanya.

Kedua, Kerja Cerdas. Rektor memaknai Kerja Cerdas sebagai kerja yang cepat, tepat, dan akurat. Orang cerdas suka bekerja dengan cepat (visioner). Orang cerdas juga bekerja dengan tepat, yakni tepat waktu, tepat dalam meletakkan sesuatu pada tempatnya, dan ketepatan-ketepatan yang lain.

Sementara itu, Kerja Ikhlas, menurut Rektor, dapat dibagi menjadi tiga tingkatan. Tingkatan pertama, orang dapat dikatakan ikhlas apabila ia bekerja karena ingin mendapatkan dunia sekaligus akhirat. “Kalau hanya ingin dunia tanpa akhirat, maka tidak dapat dikatakan ikhlas,” terang Rektor.

Tingkatan ikhlas kedua, lanjutnya, adalah orang yang bekerja ingin mendapatkan pahala dan menghindari siksa. Sedangkan tingkatan ikhlas yang paling tinggi adalah bekerja semata-mata karena Allah, bukan karena yang lain. (Masykur Arif/LP2D)