AMBUNTEN-Sabtu (05/08), Mahasiswa pesera Kuliah Kerja Nyata (KKN) Riset Partisipatif INSTIKA 2017 Posko XLI Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep melaksanakan “Bimbingan Fiqih Kewanitaan” . Bimbingan tersebut dilaksanakan disalah satu masjid yang ada di desa Campor Barat dengan melibatkan ±100 peserta yang merupakan anggota kompolan yang memang biasa dilaksanakan pada hari Sabtu.
Semua peserta yang hadir sudah mencakup dari tiga dusun yang ada di campor barat yaitu dusun kolpo, campor, tanah merah. Penyaji yang hadir dalam bimbingan tersebut adalah ustad Rasyidi Aminullah, yang kebetulan beliau lulusan salaf sekaligus guru kami di Annqayah.
Qurratul Aini -sebagai ketua Posko, menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat supaya lebih paham tentang masalah darah khususnya kaum perempuan. Sedangkan harapan kami dalam mengadakan kegiatan ini adalah supaya para masyarakat khususnya kaum perempuan lebih berhati-hati dalam membedakan darah, karena sesuai dengan hadits Nabi saw. “Paling banyak ahli neraka adalah kaum hawa (perempuan)”. Dari itu, bagi kaum hawa janganlah menyepelekan untuk mendalami fikih keawanitaan. Setelah itu langsung diserahkan pada penyaji.
Ustad Rasyidi Aminullah sebagai penyaji, beliau menjelaskan asal usul mengapa kaum perempuan bisa mengalami yang namanya haid. Yang semuanya itu berawal dari perbuatan Siti Hawwa dan Nabi Adam, mereka melanggar larangan Allah dengan memakan buah khuldi. Hal tersebut terjadi karena ide dari seorang iblis, ia mengajak ular untuk bekerjasama menggoda Siti Hawwa. Siti Hawwa yang pertama dirayu oleh ular karena dengan begitu Nabi Adam akan mengikuti apa yang dilakukan Siti Hawwa. Karena laki-laki bisa lemah karena perempuan. Dan dengan rayuan ular tersebut Nabi Adam dan Siti Hawa pun memakan buah khuldi. Lalu Allah pun memberi mereka hukuman, sedangkan hukuman yang diberikan Allah untuk Siti Hawa adalah, ia akan mengeluarkan darah dalam waktu sebulan satu kali.
Lalu ustad Rasyidi Aminullah melanjutkan penyajiannya dengan menjelasakan bagaimana darah itu bisa dikatakan darah haid, darah nifas ataupun darah istihadah. Setelah menjelaskan panjang lebar tentang darah ustad Rasyidi Aminullah pun membuka pertanyaan berbagai masalah yang belum dimengerti oleh masyarakat tentang darah. Dan Alhamdulillah masyarakat pun merespon baik dan banyak juga masyarakat yang bertanya seputar darah.
Setelah acara penyajian selesai kemudian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh ustad Rasyidi Aminullah. Acara berlangsung sekitar 1 jam 30 menit yaitu dari pukul 13:00 dan berakhir pada pukul 14:30. (Posko XLI/Campor Barat)