REKTOR: KITA MENGABDI BUKAN BEKERJA

Guluk-Guluk - Instika - Lembaga Penjaminan Mutu (LPMP) Instika mengadakan acara Silaturahim dan Orientasi Dosen Baru, Kamis siang (28/9/2017) di Aula Mini Instika.

Acara yang dihadiri seluruh pimpinan, dekan, kajur, sekjur, seluruh kepala satker, dan dosen baru tersebut, menurut sekretaris LPMP Syafiqurrahman, M.Pd.I., bertujuan untuk saling mengenal dan membangun keakraban antara pejabat satker di Instika dengan para dosen baru sekaligus untuk memberi bimbingan kepada dosen baru tentang segala hal yang berkaitan dengan Instika.

Rektor Drs. H. Abbadi Ishomuddin, MA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara semacam itu rutin dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya, selain perkenalan juga memperkenalkan visi dan misi dalam mengabdi di Instika.

“Setelah ini acaranya biasanya diikuti dengan workshop pembelajaran, tentang bagaimana melangsungkan pembelajaran, mulai dari persiapan, membuat SAP, melangsungkan pembelajaran, dan mengevaluasi,” tambahnya.

Direncanakannya, tahun ini semua dosen dapat mengikuti workshop pembelajaran disebabkan adanya aturan baru berupa penyesuaian sistem pembelajaran dengan KKNI. “Dalam waktu dekat diharapkan sudah dapat terlaksana,” ungkapnya.

Kepada dosen baru K. Abbadi berpesan supaya tidak merasa bekerja di Instika melainkan mengabdi. “Jadi, bagaimana mengabdi di Instika, bukan bekerja di Instika,” terangnya.

Instika sebagai bagian dari Pondok Pesantren Annuqayah mempunyai paham keagamaan yang diwariskan oleh para pendiri Annuqayah. Dikatakannya, Annuqayah merupakan pesantren yang sangat tua. Sudah lebih satu abad mengabdi kepada masyarakat. Alumninya sudah sangat banyak.

“Annuqayah tetap seperti yang dulu. Tidak ada perubahan dari pendiri sampai pada penerusnya saat ini. Annuqayah mengikuti Ahlussunnah Waljamaah,” ungkapnya.

Karena itulah, rektor mengharap, apabila ada dosen yang kebetulan berbeda paham dengan Annuqayah, supaya pahamnya tidak dibawa ke dalam proses pembelajaran. Para pendiri Annuqayah menganggap Aswaja yang paling baik.

Rektor menegaskan, tidak perlu ada perdebatan mengapa Annuqayah memilih Aswaja, sebab semua paham memiliki kekurangan. Jika hal itu masih diperdebatkan tentunya tidak akan pernah selesai.

“Alhamdulillah sampai saat ini Instika masih dipercaya masyarakat untuk memberikan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Terbukti dari persentase mahasiswa yang setiap tahun terus mengalami peningkatan,” katanya.

Selain itu, tambahnya, Instika dipercaya oleh Kopertais. Kopertais menjadikan Instika sebagai perguruan tinggi percontohan bagi perguruan-perguruan tinggi swasta lainnya se Jawa Timur.

Saat ini Instika sedang berupaya beralih status, dari Institut ke Universitas. Dalam hal ini, K. Abbadi menegaskan, ketika Instika menjadi universitas, tentu banyak tantangan yang perlu dihadapi dan diselesaikan. “Dosen menjadi garda depan dalam menyukseskan perubahan ini,” katanya.

Sehubungan dengan itulah, rektor mengharap doa dan kerja keras para dosen untuk menyongsong perubahan Instika ke Universitas. “Jadikan Instika menjadi bangga kepada kita,” pungkasnya. (Masykur Arif/LP2D)