Guluk-guluk - Instika - Wakil Rektor III Drs. H. A. Washil, M.Pd.I. yang membidangi kemahasiswaan bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Putri Instika, menggelar Temu Wali Mahasiswa Kalong khusus putri, Jumat (24/11/2017) di Aula Asysyarqawi Instika dalam rangka silaturahim dan membicarakan kode etik mahasiswa kalong.
Rektor Instika Drs. H. Abbadi Ishomuddin, M.A., dalam sambutannya menyampaikan tujuan dari Temu Wali tersebut, yakni untuk membangun silaturahim dengan para wali sekaligus saling memberikan informasi, saling memberikan masukan dan saran berkenaan dengan perkuliahan di Instika.
Menurut Rektor, pimpinan Instika sangat memerhatikan keamanan dan keselamatan mahasiswi kalong, mulai dari berangkat sampai pulang kembali ke rumahnya. “Perhatian kami sangat besar kepada mahasiswi kalong karena dari rumah, di jalan, sampai ke kampus, dan pulang kembali ke rumah, sangat riskan bagi mahasiswi,” ungkapnya.
Keamanan, keselamatan, dan akhlak mahasiswi kalong sangat diperhatikan oleh pimpinan Instika. Sehubungan dengan itulah, kata Rektor, Kode Etik Mahasiswa (KEM) harus dijalankan, mulai dari cara berpakaian, naik kendaraan, dan siapa yang mengantarkan dan yang menjemputnya. “Bahkan, yang mengantar dan yang menjemput, karena Instika berada di bawah pesantren Annuqayah, harus juga sesuai dengan nilai-nilai pesantren Annuqayah,” lanjutnya.
Pada sesi bincang-bincang bersama wali mahasiswa, Wakil Rektor III Drs. H. A. Washil, M.Pd.I., menyampaikan hal yang tidak jauh berbeda dengan Rektor. Menurutnya, pimpinan sangat mengkhawatirkan dan memerhatikan keselamatan dan akhlak mahasiswa kalong. Masalah akhlak sangat ditekankan oleh Kiai Washil lantaran mahasiswa kalong atau bukan statusnya sama, yakni santri Annuqayah.
“Selama masih belajar di Annuqayah, baik kalong atau bukan, adalah sama-sama santri Annuqayah,” tegasnya.
Oleh karena itu, tambahnya, mahasiswa kalong harus juga mencerminkan nilai-nilai akhlak yang diajarkan oleh masyaikh Annuqayah, sebagaimana yang dipraktikkan mahasiswa yang tidak kalong atau mondok di Annuqayah.
Dalam Temu Wali tersebut, pimpinan Instika menyampaikan kode etik mahasiswi kalong yang harus diperhatikan dan dijalankan, di antaranya:
Pertama, cara berpakaian. Mahasiwi kalong tidak boleh memakai baju ketat dan tembus pandang atau baju yang tidak patut digunakan dalam kegaiatan akademik dan layanan administrasi Instika.
Kedua, tidak boleh berlebihan dalam memakai perhiasan (aksesoris).
Ketiga, yang mengantarkan tidak boleh menunggu di sekitar jalan kampus Instika putri, dan disarankan untuk menunggu di tempat (gazebo/warung terbuka) yang telah disediakan (depan kantin mahasiswa putra).
Keempat, mahasiswi kalong dilarang diantar atau dijemput atau berboncengan dengan yang bukan mahram.
Kelima, mahasiswi kalong dilarang diantar atau dijemput dengan orang yang tidak berpakaian sopan seperti menggunakan celana pendek, kaos dan celana berlubang, dan rambut disemir.
Keenam, ketika naik kendaraan bermotor (sepeda motor) disarankan untuk tidak sendirian atau bersama teman sesama putri atau bersama mahram.
Sementara itu, dari beberapa orangtua/wali mahasiwi kalong ada yang meminta supaya jadwal dosen yang mengqadha perkuliahannya tidak memulai pada pukul 6:00 WIB karena sangat membebani mahasiswi kalong yang rumahnya jauh dari kampus. “Kalau masuk pukul 6, anak kami biasanya berangkat pukul 5:30 bahkan jam 5:00. Ini sangat pagi dan harus melewati jalanan berlubang lagi,” kata salah satu wali yang mengaku dari Bluto.
Selain itu, juga ada wali yang menyampaikan bahwa peran guru atau dosen sangat besar terhadap anak didiknya. Bahkan, ada anak yang lebih mematuhi gurunya ketimbang orang tuanya. Dari sinilah, ia meminta supaya pihak kampus lebih banyak melakukan pendisiplinan terhadap mahasiswa kalong.
Seluruh permintaan dan masukan dari wali mahasiswa mendapat respon positif dari pimpinan. Semua permintaan dan masukan akan dirapatkan dan akan diambil keputusan yang paling baik dan sekiranya menguntungkan bagi semua pihak.
Acara Temu Wali yang dimulai sekitar pukul 8:00 WIB itu, berakhir sekitar pukul 10:30 WIB. (Masykur Arif/LP2D)