Batang-Batang – INSTIKA – Masalah mengurus jenazah menjadi salah satu poin penting untuk segera dicarikan solusi di Desa Banuaju Timur. Pasalnya, jika ada orang meninggal di sana, yang mengurusi jenazah hanya para sesepuh. Hal ini terungkap dari hasil musyawarah bersama anggota Muslimat Ranting NU dengan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Partisipatif Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep Posko XXXIV Banuaju Timur, Sabtu (20/7/2017).
Hasil mesyawarah itu, lalu ditindaklanjuti oleh Posko XXXIV dengan mengadakan Pelatihan Mengurus Jenazah, Sabtu (28/7/2018) sore, di Kediaman Ibu Lifatun salah satu anggota Ranting. “Kami melaksanakan pelatihan di sana, karena kediaman Ibu Latifah mendapat giliran untuk ditempati kompolan Ranting,” kata Ismiyatus Shalihah peserta KKN Posko XXXIV.
Nyai Hafidzah, selaku ketua muslimat, menyampaikan bahwa dalam hal mengurusi jenazah masyarakat Banuaju Timur masih sangat membutuhkan pengetahuan yang lebih. "Bahkan kemarin sampai mengundang dari desa lain sekadar untuk menyucikan jenazah." Papar beliau sebelum pelatihan dimulai. "Saya juga menyampaikan banyak terimakasih kepada adik-adik KKN yang telah mengadakan acara ini," imbuhnya.
Acara yang diikuti oleh sekitar 20 anggota Muslimat Ranting ini dimulai setelah membaca Yasin bersama. Ibu Raziqah, salah satu guru di Annuqayah, diundang dan hadir sebagai pemateri. Acara pun ditutup usai tanya jawab yang kemudian dilanjutkan dengan berfoto bersama.
Penulis: Lailatul Qamariyah (Peserta KKN Posko XXXIV Desa Banuaju Timur)
Editor: Masykur Arif (LP2D)