Batuan – INSTIKA – Terkadang seorang mahasiswa dipandang mampu dalam segala bidang oleh sebagian masyarakat. Oleh karena itu, alangkah baiknya mahasiswa sebagai agent of cange dan social control serta agent knowledge terlebih dahulu menyiapkan segala yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti memimpin tahlil, menjadi imam salat, membaca shalawat, berbicara di depan publik, dan sebagainya. Hal ini dibutuhkan, misalnya, pada saat mahasiswa melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Seringkali masyarakat langsung menunjuk mahasiswa secara tiba-tiba untuk melakukan hal-hal urgen tersebut.
Seperti yang dialami Muhammad Nuri, salah satu peserta KKN Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep Posko XIX, Desa Gung-Gung, Kecamatan Batuan. Ia ditunjuk langsung untuk mengisi Ceramah Keagamaan oleh K Abdurrahman, pengasuh lembaga Madrasah Diniyah Al-Mubarok Batuan, Senin (30/7/2018) malam. “Malam ini (Malam Selasa) kita tidak ada materi, sekarang adalah Khithabah yang akan diisi oleh peserta KKN dari Guluk-Guluk,” katanya kepada seluruh siswa.
Sementara itu, peserta KKN tidak ada yang tahu bahwa malam itu ada kegiatan Khithabah, “Kami kira malam ini sama seperti malam-malam kemarin, yaitu belajar mengaji, dan tiba-tiba tadi saya ditodong untuk mengisi Ceramah Keagamaan di depan para ustadz-ustadzah dan seluruh siswa Madrasah Diniyah Al-Mubarok,” tutur Nuri paggilan akrab Muhammad Nuri.
Mujurnya, ia mengaku memang sudah terbiasa berbicara atau berceramah di depan khalayak umum, baik di sekolah maupun di luar sekolah, “Sebelum-sebelumnya saya memang terbiasa dan senang ikut lomba Khithabah, dan sering tampil di depan umum. Jadi saya tadi tidak begitu gugup,” aku mahasiswa jurusan PAI Fakultas Tarbiyah INSTIKA tersebut.
Alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan ini (31/8/2018) pagi juga diminta mengisi kuliah umum di SDN Gung-Gung 01 oleh pihak sekolah. “30 menit sebelum masuk kelas anak-anak di sini diajari senam pagi dan atau mendengarkan apel pagi dari guru. Jadi untuk hari ini kami pasrahkan kepada teman-teman KKN INSTIKA,” ungkap Ahmad Junaidi, Kepala Sekolah SDN Gung-Gung 01.
Nuri pun melaksanakan permintaan kepala sekolah SDN Gung-Gung dengan baik.
Penulis: Saiful Fawait (Mahasiswa Jurusan Tasawuf & Psikoterapi, Peserta KKN Posko XIX, Desa Gung-Gung, Kecamatan Batuan)
Editor: Masykur Arif (LP2D)