POSKO XLII ADAKAN BERBAGAI KURSUS UNTUK SISWA MI

Dungkek – INSTIKA –  Mengajar di Madrasah Diniyah atau Madrasah Ibtidaiyah dan di musala merupakan agenda wajib bagi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep. Terlebih, Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek banyak lembaga madrasah dan musala.

Dari itulah, peserta KKN INSTIKA Posko XLII Desa Lapa Laok harus bekerja secara ekstra dalam hal belajar-mengajar. “Setidaknya di Lapa Laok ini memiliki kurang-lebih 15 musala atau tempat belajar al-Qur’an, serta ada 4 lembaga Madrasah Diniyah dan Madrasah Ibtidaiyah,” ungkap Juhairiyah, Ketua Posko XLII.

Selain itu, lanjut Airi, panggilan akrab Juhairiyah, peserka KKN Posko XLII juga melaksanakan berbagai kursus setiap hari setelah salat dhuhur bagi siswa-siswi MI dan sederajat. “Kami juga mengajak siswa MI, SD, MD untuk mengikuti beberapa kursus. Kursus itu kami adakan setiap hari. Dengan rincian, Senin dan Kamis bimbingan ngaji dan tajwid, hari Ahad dan Rabu materi Nahwu-Sharraf, hari Sabtu dan Selasa materi Matematika,” tutur mahasiswi Tarbiyah ini.

Walaupun yang ikut kursus sedikit, lanjutnya, tetapi ia mengaku sangat senang dan bangga bisa menyalurkan ilmu kepada siswa-siswi di Desa Lapa Laok, “Yang ikut kursus tak banyak, hanya sekitar 10 orang, tetapi dalam hal ini kami sangat senang karena bisa mentransfer ilmu ke adik-adik,” imbuhnya.

Para peserta kursus merasa senang dengan adanya kursus ini. Hal ini dapat dilihat dari semangat siswa mengikuti kursus. Didukung lagi dengan para wali yang mengantarkan anak-anaknya ketempat kursus. “Saya sangat senang dengan adanya kursus ini, sehingga anak saya tidak pergi keluyuran,” ucap salah satu wali yang mengantarkan anaknya.

Penulis : Juhairiyah dan Sutriana (Peserta KKN Posko XLII Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek)

Editor: Masykur Arif (LP2D)