Lombang – INSTIKIA – Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep Posko XXX Desa Lombang Kecamatan Batang-Batang, pada Senin (30/7/2018) melaksanakan kegiatan praktik pengolahan buah semangka menjadi Ice Cream dan Es Lilin. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman Halimatus Zuhriah, ketua Muslimat di desa Lombang. Membuat buah semangka menjadi Ice Cream dan Es Lilin merupakan salah satu program unggulan posko XXX.
Program pengolahan tersebut bertujuan agar masyarakat mengetahui bahwa buah semangka dapat diolah menjadi berbagai macam olahan, diantaranya es krim dan es lilin. Karena, selama ini, di desa Lombang, petani semangka belum pernah melakukan inovasi dalam pengolahan produk semangka, ketika panen sudah tiba, masyarakat biasanya langsung menjualnya ke tengkulak atau ke pedagang lansung, tak jarang juga dikirim keluar jawa.
“Kami berinisiatif melakukan program praktik pengolahan ini untuk memberi pengetahuan baru kepada masyarakat lombang, setidaknya mereka bisa membuat olahan semangka dengan produk sendiri diantaranya membuat es krim dan es lilin,” ungkap Nailatur Rizqiyah penanggung jawab dari program tersebut
Masyarakat memberi apresiasi baik kepada peserta KKN yang sudah mempraktikkan pengolahan semangka tersebut, dengan mengakui bahwa mereka awalnya tidak punyak gambaran sedikitpun mengenai olahan buah semangka yang bisa dijadikan berbagai olahan. “Padahal mudah sekali pembuatannya, tapi kami tidak kepikiran untuk buat es krim dan es lilin ini,” ungkap Akidatun, senior anggota muslimatan. Mereka juga sangat menyukai rasa olahan semangka yang sudah dibuat oleh peserta KKN menjadi es tersebut. “Saya akan coba buat di rumah, dan kalau perlu, saya mau jual produk ini.” imbunya.
Di lain kesempatan, produk olahan semangka yang kami buat mendapat respon positif dari pimpinan INSTIKA, H Mohammad Hosnan MPd. Ia menyampaikan waktu monitoring ke posko desa Lombang agar nantinya pengolahan tersebut bisa terus dilakukan dan harapannya produk es krim semangka tersebut bisa dijual di kampus. “Kalau dijual di kampus produk ini pasti laris, dan tentunya banyak yang akan suka,” ungkap wakil rektor II itu.
Penulis: Nur Jannah dan Nailatur Rizqiyah (Pesrta KKN INSTIKA Posko XXX Desa Lombang)
Editor: Masykur Arif (LP2D)