SERUNYA ORDIK PUTRI INSTIKA 2018

Guluk-Guluk - INSTIKA - Orientasi Pendidikan Kampus (ORDIK) 2018 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, khusus putri, dimulai dengan kegiatan praordik pada  Kamis (2/8/2018). Pelaksanaan acara praordik tersebut  dimaksudkan untuk mensosialisasikan rangkaian kegiatan dan tata tertib yang harus dipatuhi oleh peserta selama pelaksanaan ORDIK, yaitu mulai dari tanggal 4 sampai 7Agustus 2018.

Seperti halnya tahun kemarin, saat praordik, seluruh mahasiswa baru yang mengikuti ORDIK diharuskan mendatangi beberapa pos untuk mendapatkan informasi mengenai ketentuan yang akan diberlakukan selama ORDIK, sekaligus informasi awal seputar dunia kampus. Misalnya, di pos I, seluruh peserta ORDIK diberikan informasi mengenai kostum ORDIK yang harus mereka gunakan selama ORDIK berlangsung. Di pos II, seluruh peserta ORDIK harus membayar uang khusus buku agenda sebesar Rp. 30.000. Di pos III peserta ORDIK diberikan pelatihan LKBB oleh panitia yang bertugas. Di pos IV peserta ORDIK diberikan informasi seputar Fakultas yang mereka pilih. Di pos V peserta ORDIK diperkenalkan dengan beberapa organisasi intra yang ada di INSTIKA. Dan di pos terakhir, melakukan pengukuran jas almamater.

Jumlah peserta ORDIK tahun ini mencapai 451 mahasiswi. Sebagaimana yang diungkap oleh Hellyatul Hasanah, ketua panitia ORDIK 2018. “Jumlah ini lebih sedikit dari mahasiswi baru yang daftar di INSTIKA. Disebabkan karena banyaknya mahasiswi baru yang tidak bisa mengikuti ORDIK pada tahun ini,” tuturnya. Mar'atul Afifah, wakil sekretaris ORDIK 2018 menambahkan bahwa mahasiswi baru yang tidak bisa mengikuti ORDIK tahun ini bisa mengikuti ORDIK tahun depan.

Sementara itu, tema yang diangkat pada ORDIK tahun ini adalah berkisar mengenai masalah nilai-nilai pesantren. Menurut Hellyatul Hasanah, untuk ORDIK 2018 ini ada dua tema yang diajukan kepada Dr H A Washil MPdI, selaku Wakil Rektor III INSTIKA. Pertama, mengenai keaswajaan dan yang kedua adalah kepesantrenan. Akan tetapi wakil rektor III ini lebih memilih pilihan yang kedua, mengingat INSTIKA sendiri berada di bawah naungan pesantren, katanya.

Penulis: Asriyani dan Siti Rofiqoh M (Mahasiswi PAI semester III)

Editor: Masykur Arif (LP2D)