Guluk-Guluk – INSTIKA - Dalam rangka membangun solidaritas dan penyegaran kinerja, Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, menggelar Silaturahim Pimpinan, Dosen, dan Karyawan INSTIKA, Selasa (7/8/2018) pagi, di Ruang Pertemuan INSTIKA.
Rektor INSTIKA, Drs H Abbadi Ishomuddin MA, dalam sambutannya menyampaikan, Silaturahim ini merupakan acara rutin tahunan untuk memberikan penyegaran, baik di bidang pemikiran, kinerja, dan lain sebagainya bagi seluruh pimpinan, dosen, dan karyawan INSTIKA. “Selain itu, acara ini juga diisi dengan pemberian jadwal mengajar dosen,” tambahnya.
Kepada seluruh dosen dan karyawan, Rektor yang pernah belajar di Mesir ini, mengucapkan banyak terima kasih karena telah bersedia untuk bersama-sama mengabdi di INSTIKA dan mengamalkan ilmunya di INSTIKA. Rektor mengingatkan, sebagai tenaga pengajar di lingkungan Ponpes Annuqayah, dosen merupan representasi dari masyaikh Annuqayah. “Jadi, diharapkan memberikan contoh atau akhlak yang baik kepada mahasiswa,” tuturnya. Terlebih, imbuhnya, kepada dosen baru, disarankan dapat beradaptasi dengan nilai-nilai pesantren Annuqayah.
Tidak lupa, Rektor meminta kepada seluruh dosen dan karyawan untuk juga menginformasikan mengenai berdirinya perguruan tinggi baru di Annuqayah di samping INSTIKA, yakni Intitut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah. “Kami minta untuk juga ikut mensosialisasikan, terlebih pada saat ini sedang berlangsung penerimaan mahasiswa baru di IST Annuqayah,” ujarnya. Dikabarkannya, dalam waktu dekat, dua perguruan tinggi ini akan disatukan menjadi universitas. “Mudah-mudahan segera terlaksana,” harapnya.
Setelah sambutan Rektor, acara Silaturahim ini dilanjutkan dengan pesan-pesan yang disampaikan Drs KH A Washil MPdI. Wakil Rektor III ini, menyampaikan permintaan kepada seluruh dosen untuk ikut menjaga akhlak mahasiswa, mulai dari cara berpakaian, berbicara, naik sepeda motor, selfie, dan lain sebagainya. Menurutnya, Kode Etik Mahasiswa (KEM) tidak akan banyak berguna apabila tanpa dukungan seluruh dosen. “Kalau tidak didukung oleh bapak-bapak semua, percuma,” tegasnya kepada para dosen.
Dalam memberikan arahan mengenai penanaman akhlak yang baik kepada mahasiswa, menurut K Wasil, dapat disampaikan pada saat dosen melangsungkan kegiatan belajar-mengajar. Misalnya, dosen meluangkan waktu lima menit untuk memberikan arahan mengenai akhlak yang baik.
Usai K Wasil, pesan-pesan disampaikan oleh Drs KH A Hanif Hasan MAg, selaku salah satu masyaikh Annuqayah. K Hanif menyarankan supaya kita senantiasa bermuhasabah (melakukan evaluasi diri). Untuk bisa melakukan evaluasi diri, kita dianjurkan untuk selalu berdoa, meminta supaya Allah memperlihatkan kekurangan yang melekat pada kita, mulai dari tingkat kekurangan yang paling rendah, sampai yang tertinggi mencakup masalah akidah. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kekurangan yang ditampakkan oleh Allah.
Selama ini, menurut K Hanif, terdapat stigma negatif yang disematkan pada Islam. Misalnya, orang Islam dikatakan sebagai orang yang kotor, malas, dan bodoh. Padahal, sejatinya, Islam tidak mengajarkan hal-hal negatif tersebut. K Hanif mencontohkan, dalam hal kebersihan saja, Islam tidak hanya mengajarkan bersih secara lahir, tetapi juga mengatur kebersihan batin. “Tapi mengapa kita kalah sama di luar Islam?,” tanyanya.
Oleh karena itu, K Hanif menyarankan supaya kita memberikan teladan yang baik dalam berislam kepada anak didik kita. Dalam hal ini, K Hanif sendiri memberikan contoh kepada santri dalam menjaga kebersihan, seperti menyapu, mengambil sampah yang berserakan, dan membuang sampah pada tempatnya. “Yang sering saya katakan kepada santri, buanglah sampah pada tempatnya,” tegas K Hanif.
Di akhir tausiahnya, K Hanif mengingatkan kepada kita untuk tidak tinggal diam dalam melihat kemungkaran. “Jika terjadi banyak kejelekan, itu disebabkan karena banyak orang baik yang diam,” jelas K Hanif.
Berdasar arahan-arahan dari pimpinan dan masyaikh tersebut, Wakil Rektor II, H Mohammad Hosnan MPd, yang memimpin jalannya acara Silaturahim, menegaskan bahwa kebersihan di lingkungan kampus harus semakin ditingkatkan. Dan akhlak, baik dosen, karyawan, dan mahasiswa, supaya tidak menyimpang dari nilai-nilai pesantren Annuqayah dan yang sudah ditetapkan di INSTIKA.
Penulis: Masykur Arif (LP2D)