SERAH TERIMA DAN PELANTIKAN REKTOR BARU, K. SYAMLI: “SAYA HANYA MUHALLIL”

Guluk-Guluk – INSTIKA - Yayasan Pondok Pesantren Annuqayah menggelar Serah Terima dan Pelantikan Jabatan Rektor Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, Senin (23/12/2019), di Ruang Pertemuan INSTIKA.

Hadir di acara ini seluruh Masyaikh Annuqayah, seluruh Kepala Sekolah pada satuan pendidikan di Annuqayah, seluruh karyawan dan dosen tetap INSTIKA.

Acara diawali dengan pembacaan surat Al-Fatihah yang dipimpin K. Abu Siri. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh Ustaz Jailani. Kemudian Pembacaan SK Pengangkatan Rektor oleh K. Muhammad Hasan Tsabit. Dilanjutkan prosesi serah-terima jabatan rektor, pembacaan ikrar rektor baru, ucapan selamat, sambutan-sambutan, dan diakhiri dengan doa.

Setelah prosesi serah terima dan pembacaan ikrar rektor baru, Drs. KH. Abbadi Ishomuddin, MA., menyampaikan dalam sambutannya, bahwa berkat rahmat dan inayah Allah dan melalui proses yang panjang akhirnya terpilih rektor baru sebagai ganti dirinya. 

“Pelantikan ini bukan hanya molor tetapi tertunda selama satu tahun,” katanya. Alasannya, Yayasan dan Senat Institut belum mencapai kesepakatan. Namun, putra dari almarhum Hadratusysyaikh KH. Ishomuddin AS ini merasa bersyukur karena menemukan ganti yang tepat. Sebab, kata rektor yang sudah menjabat dua periode dan ditambah masa perpanjangan selama satu tahun ini, rektor baru punya kemampuan untuk membawa INSTIKA lebih maju. Ia yakin, Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah dan INSTIKA bisa segera digabung menjadi universitas di bawah rektor baru.

Sementara itu, Rektor yang baru dilantik, Drs. KH. Ah. Syamli, M.Pd.I., menyampaikan dalam sambutannya, bahwa sebenarnya dirinya tidak bersedia menjabat sebagai rektor. Namun, karena calon rektor lainnya sama-sama tidak bersedia, dan didesak oleh beberapa pihak khususnya Dewan Masyaikh Annuqayah, akhirnya dengan sangat terpaksa jabatan rektor itu diterimanya.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya menjadi rektor ini, mungkin lebih tepat sebagai muhallil saja, karena saya tugas utamanya hanya diharapkan bisa mengantarkan alih status dari institut menjadi universitas. Adab menjadi muhallil itu jangan terlalu lama. Kasihan,” katanya yang disambut tawa para hadirin.

K. Syamli mengharap bisa bekerjasama dengan baik dengan seluruh civitas akademika INSTIKA sehingga bisa menjalankan tugasnya dengan lancar dan cepat. “Mudah-mudahan kita bisa bekerja sama. Hal ini tidak lepas dari dukungan wakil rektor. Jadi, kalau saya memilih wakil rektor jangan didemo. Saya ingin memilih yang muda-muda, seperti Nadiem Makarim. Biar jalannya cepat,” katanya yang juga disambut tawa hadirin.

Usai sambutan raktor terpilih, K. Ainul Yaqin selaku Ketua Yayasan kemudian memberikan sambutan. Dalam sambutannya, K. Nunung, panggilan akrab K. Ainul Yaqin, menyampaikan kepada seluruh civitas akademika untuk mendukung sepenuhnya rektor terpilih. Dukungan ini, tambahnya, bukan ditujukan kepada personal, melainkan kepada Annuqayah. “Karena pengabdian kita kepada Annuqayah, bukan kepada personal,” terangnya.

Sehubungan dengan itulah, seluruh program yang ingin dijalankan rektor baru diharapkan mendapat dukungan penuh. Jika ada kritik, maka kritik yang konstruktif dan disampaikan dengan baik.

Setalah Ketua Yayasan, sambutan terakhir disampaikan KH. Hanif Hasan mewakili Masyaikh Annuqayah. K. Hanif berpesan, dalam menjalankan tugas supaya tidak keluar dari nilai-nilai pesantren. Diharapkan semua civitas akademika dapat menjaga dan melestarikan nilai-nilai pesantren sebagaimana yang dibangun oleh pendiri Annuqayah.

Acara yang dimulai pukul 09:00 WIB ini berakhir pukul 11:00 WIB. Seluruh rangkaian acara Serah Terima dan Pelantikan berjalan dengan khidmat.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)