Guluk-Guluk - INSTIKA - Mahasiswa Pascasarjana Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep yang tergabung dalam Kelas Program Peningkatan Kualifikasi Akademik Guru Madrasah Diniyah Provinsi Jawa Timur tahun 2019/2020 menutup perkuliahan semester Ganjil dengan serangkaian kegiatan yang ditempatkan di maqbaroh masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah.
Kegiatan yang penuh nuansa relegius ini sebagai bentuk luapan rasa syukur karena telah mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Pascasarjana (S2) INSTIKA. "Ada banyak tahapan dan proses yang harus kami lewati, maka kegiatan penutupan perkuliahan di maqbaroh masyayikh Annuqayah dengan beberapa kegiatan adalah bentuk rasa syukur kami karena telah sukses melewati berbagai tabapan itu," ungkap In'amullah ketua kelas program Madin INSTIKA.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa 24 Desember 2019 pukul 19.00 - 22.00 tersebut antara lain: Takhtiman Al-Qur'an, Peringatan Maulid Nabi, Tahlil bersama serta pemberian ijazah Aurad dari Masyayikh yang diberikan langsung oleh KH. Abdul Muqsith Idris yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Pemberian Ijazah ini sekaligus mempertegas bahwa mahasiswa INSTIKA tetaplah seorang santri yang harus tunduk pada aturan dan norma pesantren, terlebih pesantren Annuqayah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di area Maqbarah sebagai salah satu upaya untuk tetap melestarikan kesadaran seluruh mahasiswa bahwa gelar akademik sejatinya bukanlah sesuatu yang seharusnya menjadi tujuan utama, sebab di tempat semacam inilah kelak gelar itu akan ditanggalkan.
Jika dikorelasikan dengan kegiatan akademik Prodi Kepesantrenan, agenda ini bisa diartikan sebagai pengejawantahan kongkrit dari mengkaji hasil perjuangan pesantren yang luar biasa dalam mendidik generasi yang islami dan cinta tanah air. Demikian halnya dalam hal membangun genealogi sanad keilmuan agar semakin kokoh, tidak hanya belajar 'membumi', namun juga 'melangit'. Memadukan dua konsep Qur'ani antara fî ad-dunyâ hasanah wa fî al-âkhirati hasanah.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi penuh dari pimpinan INSTIKA. Hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. H. Ach. Maimun, M.Ag., Wakil Rektor II KH. Moh. Husnan, M.Pd.I., Wakil Rektor III KH. A. Washil Hasyim, M.Pd.I dan beberapa dosen tetap pascasarjana seperti: Dr. H. Damanhuri, M.Ag., dan Dr. H. Abdul Wahid, M.Ag.
Ada pengalaman spiritual yang menarik di saat KH. Muqsith Idris mengisahkan perjalanan Kiai Syarqawi, pendiri Pondok Pesantren yang membuat harum Bumi Sumekar ini. Dikisahkan bahwa Kiai Syarqawi memilih tanah Guluk-Guluk ini sebagai tempat didirikannya Annuqayah karena tanah tersebut beraroma wangi. Pada saat itu juga, sebagian besar mahasiswa mendapati aroma bunga yang luar biasa semerbak seakan mengitari area maqbarah. "Kami merasakan adanya aroma wangi yang 'menghantam' keras indera penciuman kami hingga perlahan aroma itu semakin berkurang, sontak kami saling berbisik saling bertanya tentang aroma tersebut yang seakan mengitari seluruh peserta hingga pada akhirnya menghilang," ungkap Madzkur salah satu mahasiswa pasca yang sekaligus bertindak sebagai koordinator kegiatan tersebut.
Kontributor: In'am/AWI (Mahasiswa Pascasarjana)