Guluk-Guluk - INSTIKA - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep mensosialisasikan petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) tahun 2023 di hadapan para dosen pembimbing lapangan (DPL), Selasa (4/7/2023), di Ruang Pertemuan INSTIKA.
Sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Rektor INSTIKA, Drs. K.H. Ah Syamli, M.Pd.I. Dalam sambutannya, rektor mengharapkan KKN yang menggabungkan pengabdian dan riset atau KKN Integratif tahun ini bisa menghasilkan luaran yang lebih baik dari tahun kemarin.
Mohammad Takdir, M.Hum., sekretaris LP2M, dalam sosialisasi Juknis KKN Integratif 2023 menjelaskan, yang dimaksud dengan KKN Integratif adalah KKN yang mengintegrasikan antara kegiatan riset, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah dalam satu kegiatan KKN.
"Terdapat 3 model KKN Integratif tahun ini, yaitu model KKN Reguler, KKN Tematik, dan KKN Berbasis Pesantren," kata dosen yang sedang menempuh S3 di UIN Maliki Malang ini. Lebih jauh dijelaskannya, KKN Reguler merupakan KKN Integratif 2023 yang pesertanya tidak memilih pada KKN Tematik dan KKN berbasis Pesantren. Tema yang diangkat dalam pelaksanaan KKN reguler sesuai dengan masalah di lokasi dan selaras dengan keilmuan program studi karena satu kelompok dari satu program studi.
Selanjutnya, KKN Tematik yang juga merupakan KKN Integratif 2023 yang sejak awal difokuskan pada dua tema khusus, yang menjadi concern INSTIKA dan Pondok Pesantren Annuqayah, yakni Literasi dan Lingkungan. Pesertanya lintas prodi dan mahasiswa bebas memilih tema yang telah disediakan tersebut pada saat pendaftaran.
Sementara, KKN berbasis pesantren merupakan KKN Integratif 2023 yang difokuskan sejak awal untuk membantu mengembangkan atau memberdayakan pesantren mitra Pondok Pesantren Annuqayah atau INSTIKA. Pesertanya lintas prodi dan kegiatannya difokuskan pada pesantren mitra.
Meskipun terdapat 3 model KKN Integratif, lanjut Mohammad Takdir, luaran yang diharapkan sama, yakni laporan pengabdian kepada masyarakat, artikel pengabdian kepada masyarakat, laporan penelitian dan artikel jurnal. "Semua ini dihasilkan melalui kegiatan KKN yang antara dosen dan mahasiswa berkolaborasi untuk menghasilkan luaran tersebut," jelas sekretaris LP2M ini.
Diinformasikan pula oleh Mohammad Takdir, dosen yang melakukan penelitian yang melibatkan mahasiswa pada saat KKN dan menghasilkan laporan penelitian dan artikel jurnal akan mendapatkan hibah penelitian dari INSTIKA.
Adapun jumlah peserta KKN Integratif tahun sekarang adalah 243 (putra) dan 334 (putri). Jadi, total peserta putra dan putri adalah 577 peserta. Dari jumlah ini, kemudian dikelompokan menjadi 22 kelompok (putra) dan 32 kelompok (putri).
Sehubungan dengan kelompok tersebut, panitia melibatkan 54 DPL. Peserta dan DPL tersebar di beberapa kecamatan. Khusus putri di kecamatan Larangan, Kadur, Pragaan, Guluk-Guluk, dan Lenteng. Sementara untuk putra di kecamatan Dungkek, Kalianget, Gapura, dan Batuan.
Penulis: Masykur Arif (LP2D)