Tingkatkan Mutu Layanan, INSTIKA Gelar Diklat Keprotokolan

Guluk-Guluk - INSTIKA - kegiatan di lingkungan Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep memerlukan penataan yang sesuai standar dan bermutu dari sisi keprotokolan. Sehubungan dengan ini, Bidang Alumni, Humas, dan Kerjasama INSTIKA menggelar diklat keprotokolan, Senin (31/07/2023), di Ruang Pertemuan INSTIKA.

Pada kegiatan ini, Prokopimda Setda Sumenep, Moh. Syafril Nurullah dan Tri Haryono Samadi hadir sebagai narasumber. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor I Dr. H. Damanhuri, M.Ag., Wakil Rektor II Dr. KH. Mohammad Hosnan, M.Pd., dan Wakil Rektor III K. M. Mushthafa, MA. Seluruh karyawan INSTIKA dan IST Annuqayah hadir sebagai peserta.

Wakil Rektor III, K. M. Mushthafa, MA., dalam sambutannya mengungkapkan rasa bahagianya karena acara yang dilaksanakan oleh Divisi Humas INSTIKA ini bisa terlaksana. Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan karena INSTIKA belum memiliki standar kegiatan dari sisi keprotokolan yang rapi dan bermutu, misalnya dalam menyambut tamu dari unsur pemerintah dan dari berbagai lembaga lain.

Dengan menghadirkan pihak Prokopimda dalam kegiatan itu, Wakil Rektor III, mengharapkan INSTIKA dapat belajar sistem protokoler di pemerintahan yang berjalan saat ini. Dari sini juga diharapkan, INSTIKA bisa membuat sistem protokoler yang baik dan bermutu dalam setiap kegiatan.

"Di Annuqayah penghormatan kepada tamu sangat ditekankan. Sehingga apabila terjadi hal kecil sekalipun yang dirasa kurang penghormatannya terhadap tamu akan ditegur oleh masyaikh Annuqayah," ujar Kiai Mushthafa.

Melalui kegiatan itu diharapkan dalam menyambut tamu menjadi semakin baik. Sebab, jelas Kiai Mushthafa, hal ini menunjukkan kualitas akhlak kita dalam menerima tamu.

Moh. Syafril Nurullah dan Tri Haryono Samadi, sebagai narasumber, keduanya menjelaskan tentang keprotokolan yang diterapkan di pemerintahan, mulai dari penyembutan tamu, penataan kursi yang disesuaikan dengan orang yang akan duduk di kursi itu, pelaksanaan kegiatan, dan bagaimana mengatur jalannya kegiatan, seperti yang dilakukan oleh Master of Ceremony (MC).

Dalam melaksanakan kegiatan keprotokolan, kata Moh. Syafril Nurullah, tidak ada yang menjadi Superman atau satu orang mengerjakan berbagai hal, seperti menjadi MC sekaligus yang mengatur tamu, menyiapkan mikrofon ke narasumber, dan lain-lain, tetapi dikerjakan dalam tim. "Masing-masing orang dalam tim protokoler memiliki tugas yang berbeda-beda," katanya.

Oleh karena itu, diperlukan SOP yang jelas dalam setiap kegiatan keprotokolan. Sehingga, lanjut Syafril, acara berjalan dengan baik dan bermutu.

Penulis: Masykur Arif (LP2D)