Bandung, Instika – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) bertema The 1ST Asian-African And Latin Conference on Religius Moderation di hotel Savon Homay, 20-22 Desember 2023.
Dr. Abd Warits, M.Pd, salah satu dosen INSTIKA berhasil mempresentasikan karya ilmiah (paper) dalam ajang Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika dan Amerika Latin (KMBAAA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Forum internasional tersebut menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu strategis terkait moderasi beragama, perdamaian, kemanusiaan, dan kehidupan multikultural. KMBAAA merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama di tingkat global serta membangun dialog antarbangsa dan antaragama.
Dalam kesempatan tersebut, dosen INSTIKA memaparkan hasil penelitian yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian keislaman dan penguatan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Presentasi paper ini tidak hanya menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, tetapi juga memperluas jejaring akademik dengan para peserta dari berbagai negara.
Kiai Syamli Muqsith, Rektor INSTIKA menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keterlibatan dosen dalam forum akademik internasional merupakan wujud komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan publikasi ilmiah.
“Keikutsertaan dosen INSTIKA dalam forum internasional seperti KMBAAA menjadi bukti bahwa karya-karya akademik yang lahir dari kampus mampu berkontribusi pada diskursus global. Kami berharap capaian ini dapat memotivasi sivitas akademika untuk terus berkarya dan memperkuat budaya riset,” ujarnya.
Menurutnya, partisipasi dalam KMBAAA diharapkan semakin memperkuat eksistensi INSTIKA di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mendorong lahirnya berbagai penelitian yang relevan dengan tantangan sosial-keagamaan kontemporer.
“INSTIKA kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan moderasi beragama, serta pembangunan peradaban yang damai dan inklusif,” pungkasnya.