Rutinitas Mingguan, LPM Dinamika Asah Anggota Skill Fotografi

Guluk-Guluk – INSTIKA – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) kembali menguatkan bakat anggota pada materi fotografi yang dipandu oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Sumenep, yakni Firdausi, Kamis (8/2/2024).

Ketua LPM Dinamika, Nuri Khairina mengatakan, materi fotografi disampaikan karena sedikit anggota LPM Dinamika yang memahami teknik fotografi secara teori dan praktik. Materi ini sengaja disajikan kepada anggota agar mereka dapat mempraktikkan secara langsung dan anggota bisa mendokumentasikan ragam kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan kampus.

“Dengan adanya kelas materi fotografi ini, saya berharap teman-teman LPM Dinamika dapat mengaplikasikan materi dengan baik sebagai bekal jurnalistik, dan khalayak dapat menilai sisi estetik gambar ilustrasi yang ditayangkan dalam media sosial ataupun website,” ujarnya saat dikonfirmasi di kampus putri tepatnya di Gedung Kiai Abdullah Sajjad.

Saat sesi teori, lanjutnya, anggota mengawali praktik fotografi di dalam kelas dengan mengambil objek kegiatan pelatihan. Usai menguasai teknik dasar fotografi, anggota diarahkan oleh tutor untuk mengambil objek di luar kelas, seperti aktivitas mahasiswa yang berdiskusi di taman, kegiatan latihan UKM Paduan Suara, Teater Al-Fatihah dan sebagainya.

“Ternyata mengambil gambar tak semudah yang dibayangkan. Kendala anggota adalah tidak bisa mengatur ISO dan angle gambar yang tepat. Melihat kendala tersebut, tutor mengevaluasi hasil pengambilan gambar di tempat yang sama, yakni mengulang kembali materi yang disampaikan di dalam kelas,” ungkap santri Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri itu.

Di tempat yang sama, tutor LPM Dinamika Firdausi mengutarakan bahwa materi yang disampaikannya tadi lebih berkutat pada 3 unsur yang dapat menciptkan gambar lebih baik dan estetik, yakni ISO, Diafragma dan Kecepatan.

ISO adalah sensitifitas dari sensor kamera, sensor inilah yang berguna untuk merekam cahaya dan menjadikan sebuah gambar. Berbeda dengan diafragma, ia menjelaskan bahwa diafragma adalah bukaan dari lensa yang dipakai oleh fotografer yang mana bukaan itu diukur dengan istilah f-stop. Sedangkan kecepatan adalah seberapa cepatnya shutter kamera cahaya untuk mengeksplor cahaya ke dalam sensor kamera.

“Untuk kali ini saya fokuskan pada teknik dasar fotografi jurnalitisk. Selain itu, saya juga mengarahkan mahasiswa membuat berita news values. Mengapa demikian? Karena mahasiswa sejak dulu terbiasa membuat straight news. Pekan depan akan saya evaluasi hasil tulisan dan jepretan mahasiswa tentang ragam kegiatan di kampus ataupun di pesantrennya masing-masing,” tandasnya.

Penulis : Lizaqudit Diana, Yanti, dan Mustafidatul Hasanah

Editor: Firdausi