Guluk-Guluk, UA Media
Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa, Dr. K.H. Muhammad Shalahuddin A. Warits, M.Hum., menegaskan bahwa esensi pendidikan yang berakar pada nilai-nilai moral, spiritual, dan kemandirian tetap menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, kini dikembangkan dalam bentuk kelembagaan yang lebih modern dan terstruktur melalui perguruan tinggi.
Penegasan tersebut disampaikan Dr. KH. Muhammad Shalahuddin A. Warits saat memberikan motivasi kepada civitas akademika di acara sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Tahunan (RKT) Universitas Annuqayah Tahun 2026 yang digelar di Aula Asy-Syarqawi, Senin (29/12/2025).
Dalam sambutannya, Ra Mamak, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa transformasi pesantren menuju Universitas Annuqayah pada hakikatnya tidak jauh berbeda dalam proses belajar mengajar. Perubahan tersebut lebih pada penguatan sistem kelembagaan, tata kelola akademik, dan pengembangan keilmuan agar mampu menjawab tantangan zaman.
“Transformasi pendidikan di lingkungan UA diarahkan untuk mencetak mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kemampuan melakukan perubahan positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, integrasi nilai pesantren dengan sistem pendidikan tinggi modern menjadi kekuatan utama Universitas Annuqayah. Dengan tetap menjaga akar moral dan spiritual, universitas diharapkan mampu melahirkan lulusan yang mandiri, berkarakter, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.
“Transformasi di lingkungan perguruan tinggi, diarahkan untuk mencetak mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi memiliki kemampuan perubahan positif di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Pewarta : Abd. Hafidz Ulil Abshar
Editor : Firdausi