Sumenep, UA Media — Dr. KH. Mohammad Hosnan, M.Pd, Rektor Universitas Annnuqayah menegaskan kepada ratusan mahasiswa KKN Reguler berbasis pesantren agar selalu melakukan kordinasi, konsultasi dan kolaborasi dengan beberapa stakeholder di lokasi pengabdian masing-masing.
“Meskipun lokasinya berada di pesantren. Jangan sampai meninggalkan komunitas diluar pesantren. Artinya, kordinasi dan konsultasi dan kolaborasi tetapi harus diupayakan dengan seluruh stakeholder yang ada di lingkungan pondok pesantren,” katanya.
Pernyataan ini disampaikan kepada ratusan mahasiswa saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pelepasan dan Launching KKN Reguler berbasis pesantren di Aula As-Syarqawi, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurutnya, silaturahim mahasiswa yang utama adalah dengan para pengasuh pondok pesantren di wilayah Sumenep dan Pamekasan. Walaupun demikian, bukan berarti meninggalkan pemerintah desa akan tetapi fokus kegiatan adalah di pondok-pondok pesantren yang tentunya berada di wilayah pemerintahan kepala desa.
Lebih lanjut, Wakil Ketua PCNU Sumenep ini menyarankan selain pemerintah desa, mahasiswa diharapkan bisa bekerja sama dengan pengurus Ranting NU di lokasi pengabdian masing-masing.
“Kami juga mendapatkan titipan PCNU Sumenep agar supaya mahasiswa bisa berkolaborasi dengan pengurus ranting NU di wilayah kerja dan di desa masing-masing. Sehingga, kita bisa dengan mudah untuk beradaptasi. Kita adalah masyarakat pesantren yang insyaallah sebagian besar pesantren adalah alumni Annuqayah, kalau bukan alumni langsung bisa simpatisan atau keluarganya atau orang tuanya,” katanya.
Kiai Husnan berpesan kepada mahasiswa agar tetap menjaga marwah pondok pesantren Annuqayah di wilayah pengabdiang masing masing. Ada 3 kegiatan wajib di seluruh posko yang dititipkan. Pertama, menjaga dan melestrasikan lingkungan karena ini adalah visi pondok pesantren Annuqayah juga menjadi semboyan dan visi Universitas Annuqayah. Kedua, menyelenggarakan khataman Al-Quran. Jadi, seluruh mahasiswa adalah santri Annuqayah yang dapat dipastikan fasih membaca Al-quran dan mempelopori kegiatan khotmil quran. Ketiga, sholat berjamah.
“Tiga kegiatan ini yang dititipkan oleh Pimpinan kepada anda sekalian karena kita membawa nama pesantren. Kegiatan lain silahkan anda lakukan observasi, wawancara dan konsultasi-konsultasi serta memohon bimbingan dari DPL,” pungkasnya.
Abdul Warits (Humas)