Workshop Penguatan Tata Kelola Kampus Unggul, Prof. Dr. Dyah Sawitri: UA Keluarga Besar LLDIKTI VII

Sumenep, UA Media– Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M mengatakan Universitas Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep sebagai salah satu kampus yang menjadi bagian dari  keluarga besar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur dibawah Kemdiktisaintek. 

“Rektor yang luar biasa kerja kerasnya untuk mewujudkan Universitas Annuqayah yang bisa setara dengan Universitas yang lain dengan waktu singkat walaupun mahasiswanya sudah mencapai 4 ribu. Dosen bagi kami saudara atau parner bagi kami karena Universitas Annuqayah sekarang adalah Keluarga Besar LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Workshop Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi Swasta dengan tema “Penguatan Tata Kelola Menuju Universitas Annuqayah (UA) Unggul”, Rabu, 21 Oktober 2026, bertempat di Aula K.H. Abdul Basith, Universitas Annuqayah.

Prof. Dr. Dyah Sawitri menyampaiakn bahwa seluruh civitas akademik memiliki tugas atau amanah dari pemerintah untuk menjalankan pendidikan tinggi bermutu menuju SDM unggul Indonesia Emas.

“Kami di hari santri ingin berbagi bersama sama demi kesusksean pendidikan yang berbasis santri. Kita diamanahi oleh pemerintah untuk menjalankan pendidikan yang betul betul menjadi fondasi kita di Indonesia menjadi SDM unggul Indonesia,” katanya.

Karenanya, ia berharap kepada Universitas Annuqayah agar benar-benar  menjalankan pendidikan tinggi yang bermutu, berintegriitas dan memiliki inovasi inovasi dan pengembangan.

“Siapapun yang menjadi bagian dari Kemendiktisaintek maka harus menjalankan Permendiktisainteksaintek Nomor 10 tahun 2026 tentang peraturan dimana di Indonesia harus bermutu. Sehingga punya standard internasional atau global tetapi memiliki karakter keunggulan lokal.  Kita harus melahirkan talenta-talenta atau lulusan yang bermutu,” katanya.  

Ia juga menyarakan agar dosen bisa meningkatkan penjaminan mutu dari input, proses, out put dan out come.

“Setiap ajuan dan bimbingan itu harus dicek plagiarismenya. mari kita bangun mutu dari bapak ibu dosen. Konsep belajar kita hari ini adalah berfokus ke mahasiswa. Sehinga, santri yang kita didik adalah pengambil keputusan untuk perusahaan, untuk pondok untuk apapun itu. Mereka harus produktif, kreatif, inovatif dan melakukan perubahan,” ungkapnya.

Rektor Universitas Annuqayah, Dr. KH. Mohammad Hosnan, M.Pd, mengatakan dalam momentum hari santri 2026, Universitas Annuqayah selalu mendapatkan keberkahan dari Allah, termasuk dihadiri langsung oleh Kepala  LLDIKTI VII Surabaya.

“Dalam moment hari santri, kami selalu mendapatkan keberkahan. Kemarin ada dosen dari Skotlandia yang berbagi ilmu dengan para dosen, bahkan kejutan hari ini pimpinan, mentor dan pembimbing kita, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M hadir untuk memberikan bimbingan dan arahan bisa mengejar ketertinggalan dari sisi akreditasi dan tata kelola secara internal,” katanya.

Kiai Hosnan menambahkan bahwa proses penyatuan data ke Kemendiktisaintek penuh dengan dinamika dan penyesuaian terhadap kebijakan-kebijakan terbaru.  

“Kami selalu berkonsultasi dengan beliau, Prof. Dr. Dyah Sawitri sampai Universitas Annuqayah menyatu dibawah Kemendiktisaintek. Seluruh data dosen, data mahasiswa, data tendik, semuanya sudah migrasi ke PD Dikti dibawah Kemendiktisaintek walaupun perlu adaptasi dan penyesuaian. Karena setiap hari selalu ada infomasi dan kebijakan-kebijakan baru,” pungkasnya.