Sumenep, UA– PBA Mengabdi Universitas Annuqayah merupakan program pengabdian tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Annuqayah. Kegiatan ini resmi ditutup pada, Kamis 6 Februari 2025.
Program unggulan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa PBA untuk menerapkan ilmu dan keterampilan mereka secara langsung di lingkungan pesantren.
Ali Qorror Al-Khasy, M. Hum, Ketua Program Studi PBA Universitas Annuqayah mengatakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Universitas Annuqayah diterjunkan ke empat pesantren yang menjadi mitra program selama dua minggu.
“Mereka berinteraksi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sehari-hari pesantren, mahasiswa memberikan kontribusi dalam pengajaran bahasa Arab di pesantren, membantu santri dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab mereka,”ungkapnya.
Selain mengajar, mahasiswa juga berupaya mengembangkan materi ajar yang relevan dan efektif untuk kebutuhan pembelajaran di pesantren. Melalui PBA Mengabdi, mahasiswa tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga tentang kehidupan pesantren, budaya, dan interaksi sosial yang unik.
“Mahasiswa diberikan pembekalan intensif mengenai materi pengajaran, metodologi pembelajaran, serta wawasan tentang kehidupan di masing-masing pesantren tujuan. Kami juga di Program studi melakukan koordinasi dengan pihak pesantren terkait jadwal pelaksanaan, kebutuhan pengajaran, dan akomodasi mahasiswa selama mengabdi,” katanya.
Kiai Zainur Ridho, Pengasuh Yayasan Ar-Rahman berharap program PBA pengabdi tetap berjalan di tahun tahun berikutnya sehingga bisa menyambungkan sanad keilmuan ke pondok pesantren Annuqayah.
“Yayasan Ar-Rahman selalu siap menerima mahasiswa pengabdi dalam kegiatan PBA Mengabdi, karena program ini salah satu program yang selalu membuat yayasan Ar-Rahman tersambung dengan Pondok Pesantren Annuqayah,” katanya.
Kiai Azizi Halim, Pengasuh PP. Raudlah Najiyah merasakan Program PBA mengabdi merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi santri di pondok pesantren Raudlah Najiyah, utamanya dalam menghidupkan semangat belajar bahasa asing dan ilmu agama.
“Semoga dengan adanya kegiatan PBA mengabdi, terbentuk lingkungan berbahasa arab di pondok ini meski hanya 1 atau 2 hari dalam seminggu, karena cara merawat bahasa terutama bahasa asing adalah dengan berbicara dengan bahasa tersebut,” pungkasnya.