Sumenep, UA– Sejumlah mahasiswa pascasarjana Universitas Annuqayah (UA) melaksanakan kegiatan digitalisasi naskah kuno keagamaan di ruang kuliah pascasarjana, Universitas Annuqayah, Selasa, 17 Desember 2024.
Sejumlah mahasiswa pascasarjana Universitas Annuqayah ini dibimbing langsung oleh Pusat Studi Aswaja dan Naskah Pesantren Universitas Annuqayah. Digitalisasi naskah kuno keagamaan tersebut bertujuan untuk mendokumentasikan dan melestarikan warisan budaya serta literasi keagamaan yang ada di pesantren-pesantren tradisional.
Moh. Ainur Ridha, M. Hum, Kabag Studi Naskah Pesantren Universitas Annuqayah mengatakan kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkenalkan naskah-naskah kuno tersebut kepada masyarakat luas, khususnya dalam bentuk digital yang lebih mudah diakses.
“Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan pemindaian dan pendataan yang berasal dari berbagai sumber di pesantren dan lembaga keagamaan yang ada di sekitar Sumenep. Selain itu, mereka juga melakukan katalogisasi terhadap naskah-naskah tersebut,” ungkapnya.
Menurutnya, digitalisasi naskah kuno ini merupakan langkah strategis untuk melestarikan khazanah intelektual Islam di Madura dan menjadikannya sebagai referensi bagi generasi mendatang. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang moderat.
“Kegiatan ini menjadi salah satu wujud kontribusi Universitas Annuqayah dalam pengembangan kajian keagamaan berbasis teknologi,” ungkapnya.
Pihaknya menambahkan naskah-naskah kuno yang ada di pesantren-pesantren di Madura memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi. Selain berfungsi sebagai sumber referensi dalam kajian agama, naskah tersebut juga menjadi saksi hidup perkembangan pendidikan Islam di wilayah tersebut.
“Oleh karena itu, digitalisasi menjadi salah satu solusi untuk memastikan keberlanjutan akses terhadap naskah-naskah ini. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan untuk menciptakan arsip digital yang dapat diakses oleh masyarakat luas, serta sebagai langkah untuk memastikan bahwa warisan budaya keagamaan di Madura tetap terjaga dan terpelihara dengan baik,” pungkasnya.