Sumenep, UA – Dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Annuqyah, H. Moh Jazuli, M.HI menyatakan bahwa Generasi Z cocok dijadikan bidikan dalam mendongkrak partisipasi pemilih. Melalui Gen Z, mereka bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat.
Menurutnya, ada 2 kategori pemilih. Pertama pemilih pemula, kedua pemilih umum atau pemilih yang masuk kategori Kolonial. Berdasarkan hasil survey, 56 persen didominasi ketegori pemilih pemula (Gen Z). Sisanya, masuk ketegori kedua.
“Di kategori pemilih umum, mereka tidak bisa mengoperasi handphone android. Sedangkan zaman sekarang, serba digital,” ujarnya saat mengisi Seminar KPU Jatim Goes to Campus yang dipusatkan di Aula KH. Abd Basith AS, Selasa (22/10/2024).

Beliau menceritakan, di luar negeri pakai fingerprint. Jika diterapkan di Indonesia, sepertinya masih belum bisa. Karena ketegori pemilih umum tidak semua bisa menggunakan alat-alat elektornik. Itulah alasan KPU Jawa Timur menjadikan Gen Z sebagai sasaran untuk menyosialisakan hal-hal yang berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Tak hanya itu, Ketua Pengurus Pusat (PP) Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) menceritakan proses Pemilihan Presiden (Pilpres) di Amerika Serikat. Di saat Barack Obama mencalonkan diri sebagai calon presiden, yang kala itu masih belum membumi handphone android. Dia mengontrak seluruh stasiun televisi.

“Di setiap stasiun televisi, iklannya Obama diputar selama 30 menit. Iklan tersebut berisi profil dan visi misinya. Seluruh warga Amerika menonton televisi. Melalui cara seperti itu, dia meraih suara terbanyak. Luar biasa pengaruh digital,” ucapnya.
Zaman sekarang, lanjutnya, Sebagian warga mulai meninggalkan televisi dan beralih ke handphone android untuk menyerap ragam informasi. Hari ini, menurutnya, warga melek digital, terlebih Gen Z yang aktivitasnya tidak lepas memantau Medsos.
“Apa sih yang tidak ada di Google dan Medsos? Ribuan, jutaan informasi tentang profil dan visi misi calon gubernur dan bupati bisa kita konsumsi sebanyak mungkin,” ucapnya.
Dirinya berharap kepada Gen Z agar lebih peka lagi di momen Pilkada. Terkadang, Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang diumumkan KPU kurang lengkap datanya. Oleh karenanya, ia mendorong kepada Gen Z untuk mengecek ulang DPT. Bila ada pemilih yang tidak terdaftar, segera hubungi KPU terdekat.
“Gen Z adalah pemuda yang menguasai Medsos, gampang menyukseskan Pemilu. Kalian sudah melek digital dan bisa mengecek data di website yang terpercaya,” pintanya.
Pemimpin Visioner
Kepala Biro Pengembangan Bahasa dan Kajian Kitab Universitas Annuqayah ini berharap memiliki pemimpin yang visioner, lebih tepatnya tahu kebutuhan rakyatnya. Pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang memiliki kemampuan melihat peluang di tengah tantangan, dan mengarahkan masyarakat menuju masa depan yang baik.
Menurutnya, warga yang masuk zona kuning, lebih tepat didukung diberikan pelatihan, diberi modal, dan diberi alat untuk meningkatkan perekonomiannya. Sementara warga yang masuk zona merah, mereka patut diberikan bantuan konsumtif, karena mereka terkendal usia, gangguan fisik, atau mereka tidak bisa bekerja.
“Membangun kemandirian ekonomi warga harus dimassifkan oleh pemimpin yang akan terpilih nanti di Sumenep,” tandasnya.
Pewarta: Firdausi