Hadiri Program SAKURA 2025, Rektor Universitas Annuqayah Bertekad Kembangkan Jejaring Kerja Sama Luar Negeri dan Kegiatan Internasional

Sumenep, UA– Rektor Universitas Annuqayah, Dr. KH. Muhammad Hosnan, M.Pd beserta Wakil Rektor berkesempatan hadir pada pembukaan Program SAKURA 2025 di kampus STIE Malangkuçeçwara, Malang Senin, 17 Februari 2025.

Sebagaimana diketahui, program SAKURA ini merupakan program pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan secara intensif selama satu bulan.

Sejumlah 15 mahasiswa dari Kanda University of International Studies-JAPAN akan belajar Bahasa dan budaya di Indonesia.  Program SAKURA 2025 ini mengangkat tema “Keramahtamahan Indonesia”.

Rektor Universitas Annuqayah, Wakil Rektor I dan Wakil Rektor III saat foto bersama dengan Prof Suyoto  di STIE Malangkuçeçwara, Malang, Senin, 17 Februari 2025.

Didampingi oleh Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II Universitas Annuqayah, Kiai Husnan, sapaan akrabnya bertekad akan kembangkan jaringan kerja sama dan kegiatan internasional di Universitas Annuqayah. Ia mengaku sangat terinspirasi dari kegiatan ini.

“Karena kami memang sangat baru dalam hal internasionalisasi, kami merasa sangat terinspirasi mengingat sebagai kampus yang basis keilmuannya adalah ekonomi tetapi STIE Malangkuçeçwara ternyata juga dapat mengembangkan kerjasama internasional dalam bidang pengembangan bahasa dan budaya  Indonesia dengan berbagai negara,” ungkapnya.

Foto bersama dengan 15 mahasiswa dari Kanda University of International Studies-JAPAN.

Kiai Husnan terkesima karena dirinya mendapat informasi jika tidak hanya mahasiswa dari Jepang saja yang telah menempuh pendidikan di kampus STIE Malangkuçeçwara, juga dari negara asing lainnya sehingga dirinya akan banyak belajar terkait memulai kegiatan internasional dan kerjasama internasional, termasuk membangun jaringan  luar negeri bersama STIE Malangkuçeçwara.

Dalam laporannya, Direktur Indonesian Studies Program (ISP) STIE Malangkuçeçwara, Dra. Suprapti, SPd., MPd., menyampaikan Program Sakura yang dulunya bernama program bunga ini di tahun 2025 kembali dibuka untuk angkatan ke-24.

“Untuk program Sakura tahun 2025 kali ini diikuti 15 orang mahasiswa dari Kanda University Jepang untuk belajar tentang bahasa dan budaya Indonesia. Bahkan mahasiswa asing peserta program dharmasiswa juga banyak yang berprestasi dengan mengikuti berbagai perlombaan,” jelas Suprapti.

Ketua STIE Malangkuçeçwara, Drs. Bunyamin, MM., Ph.D., menyampaikan dirinya merasa sangat senang dan tidak menyangka jika mahasiswa asing yang belajar di kampus STIE Malangkuçeçwara ternyata berhasil meraih prestasi diberbagai kompetisi.

“Program Sakura ini tentu akan kita skill up ya setelah sekian lama karena saat ini kita sedang menggodok visi dan misi yang baru STIE Malangkuçeçwara dan kita akan menambah pilar perguruan tinggi sehingga tidak lagi hanya Tri Dharma Perguruan Tinggi melainkan Catur Dharma Perguruan Tinggi, dimana dharma yang ke empat adalah keinternasionalan. Dharma tentang keinternasionalan tersebut menjadi sebuah kebutuhan dari kondisi yang ada saat ini, khususnya di STIE Malangkuçeçwara,” ungkap Bunyamin.

Dengan memasukkan keinternasionalan menjadi bagian dari dharma perguruan tingginya, Bunyamin menegaskan hal tersebut disebabkan keinginan STIE Malangkuçeçwara untuk turut berkontribusi beberapa karya ilmiah internasional termasuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke mancanegara.

“Salah satunya melalui program Sakura ini yang bekerjasama dengan Kanda University yang merupakan hasil kerjasama jangka panjang bersama STIE Malangkuçeçwara,” ungkap Bunyamin.

 

X