Hidupkan Tradisi Literasi di Kampus, Perpustakaan Tatakrama Bedah Buku Kitab Kiai Pesantren

Sumenep, UA– Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah kembali menghadirkan kegiatan akademik yang inspiratif melalui Bedah Buku bertajuk “Kitab Kiai Pesantren: Kuasa Teks dan Konstruksi Otoritas Keagamaan di Madura,”  yang dipusatkan di Ruang Baca Perpustakaan Tatakrama, Selasa, 23 September 2025.

Dua narasumber utama hadir untuk mengupas isi buku. Pertama, Dr. H. Damanhuri, M.Ag., penulis sekaligus Direktur Pascasarjana Universitas Annuqayah. Kedua, Dr. Ach. Khatib, M.Pd.I., Wakil Rektor III Universitas Annuqayah, yang berperan sebagai pembedah buku.

Dr. H. Damanhuri, M.Ag sebagai penulis Buku Kitab Kiai Pesantren menyingkap peran teks keagamaan dalam membentuk otoritas serta menggambarkan dinamika pesantren di Madura.

“Di buku ini, kalian akan menemukan data penting tentang kiai produktif yang menulis kitab di Sumenep serta pengaruh sosial luar biasa dari karya mereka. Kehadiran buku ini diharapkan memperkaya khazanah keilmuan sekaligus membuka ruang diskusi kritis terkait otoritas keagamaan di pesantren,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Dr. Ach. Khatib. Menurutnya, buku tersebut tidak hanya menarik untuk dibaca, tetapi juga bisa menjadi referensi akademik bagi mahasiswa.

“Bahasanya renyah, mudah dipahami, dan sangat bermanfaat. Bahkan bagi mahasiswa yang ingin menulis skripsi atau tesis, buku ini bisa dijadikan contoh, terutama dari penyusunan daftar isinya yang sistematis, meski tanpa dipungkiri banyak ditemukan salah ketik juga dan lain-lain dalam buku ini,” ujarnya.

Menambah semarak acara, panitia menyediakan doorprize menarik bagi peserta yang aktif bertanya kepada narasumber. Suasana diskusi pun terasa hangat, kritis, dan penuh antusiasme.

KH Moh. Afifi, M.Hum., Kepala Perpustakaan Tatakrama Universitas Annuqayah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan perpustakaan dalam mendukung tradisi literasi, riset, dan kajian ilmiah.

“Kami berharap agenda semacam ini dapat terus berlanjut, minimal tiga kali dalam satu tahun, agar atmosfer akademik di kampus semakin hidup,” tuturnya.

Dengan hadirnya kegiatan seperti ini, Perpustakaan Tatakrama semakin meneguhkan perannya sebagai ruang tumbuhnya budaya literasi sekaligus pusat pengembangan pemikiran kritis di Universitas Annuqayah.

 

X