Sumenep, UA-Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Annuqayah menggelar kajian penampilan muslimah dan sosialisasi kode etik berpakaian di kampus Universitas Annuqayah, Rabu, 5 Februari 2025 di ruang kelas Universitas Annuqayah.
Ketua HMP PAI Putri, Imraatun mengatakan dalam kajian ini membahas tentang dalil-dalil klasik tentang syariat-syariat berpakaian atau menutup aurat bagi seorang muslimah dan bagaimana perkembangan fashion atau busana muslimah pada masa kini.
“Setelah kajian, kami pengurus HMP juga mensosialisasikan kode etik yang berlaku di kampus Universitas Annuqayah kepada perwakilan dari tiap kelas yang hadir di acara kajian tersebut.Tujuan kegiatan kajian ini adalah untuk memahami konsep hukum pakaian dan penampilan muslimah dalam perspektif Islam, serta menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits yang terkait dengan hukum tersebut,” katanya.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai Islam yang terkait dengan pakaian dan penampilan muslimah, serta membahas permasalahan kontemporer terkait pakaian dan penampilan muslimah dalam perspektif Islam.
“Diharapkan mahasiswa seperti kita yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya mengikuti hukum pakaian dan penampilan muslimah dalam kehidupan sehari-hari, serta mematuhi kode etik yang ada di kampus Universitas Annuqayah” tambahnya.
Bapak Moh. Ainur Ridha, M.Hum sebagai pemateri dalam kegiatan ini mengatakan hukum asal menutup aurat itu wajib, baik bagi laki-laki atau perempuan. Dalil-dalil menutup aurat banyak, baik dari nash-nash Al-Qur’an ataupun dalam nash-nash hadits, ataupun dalam nash-nash kitab karya para ulama’.
“Sudah jelas disini bahwa syariat telah memberikan kita koridor-koridor khususnya kepada para perempuan bahwasanya menutup aurat itu faedahnya untuk menjaga kehormatan diri kita masing-masing, agar kita tidak diganggu,” katanya.
Ia mengibaratkan perempuan yang berpakaian muslimah dan menutup aurat sama dengan permen yang tidak dibuka dari bungkusnya.
“Mana lebih cepat digerogoti semut antara permen yang sudah dibuka dari bungkusnya dengan permen yang tidak dibuka dari bungkusnya? Pastinya yang sudah dibuka. Begitu halnya dengan seorang perempuan, harus pintar menjaga dirinya sendiri,” pungkasnya.