KKN Nusantara Hadirkan Inovasi, Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Bermanfaat untuk Lingkungan dan Ekonomi Kreatif

Yogyakarta, UA Media– Suasana Balai Dusun tampak ramai ketika puluhan warga berkumpul bersama mahasiswa KKN Nusantara kelompok 23, Ahad 17 Agustus 2025.

Dengan penuh antusiasme, mereka menyimak pemaparan tentang cara sederhana mengolah minyak jelantah bekas pakai menjadi lilin aromaterapi yang bermanfaat.

Program ini bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan upaya membuka peluang ekonomi kreatif masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan program kerja unggulan KKN Nusantara kelompok 23, sebuah kolaborasi lintas kampus yang melibatkan delapan perguruan tinggi, yaitu: Universitas Annuqayah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, UIN KHAS Jember, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, IAIN Sultan Amai Gorontalo, IAIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam praktiknya, mahasiswa memperagakan tahapan pengolahan minyak jelantah hingga menjadi lilin. Mulai dari proses perendaman minyak dengan arang selama 24 jam untuk menghilangkan bau, penyaringan, pencampuran bahan, hingga pencetakan lilin dalam wadah estetik. Warga terlihat begitu antusias, bahkan beberapa ibu rumah tangga mencoba langsung proses pencetakan lilin.

Salah satu mahasiswa KKN Nusantara, Muhammad Rabit Dino Malik, dari Universitas Annuqayah, yang kebetulan menjadi salah satu pemateri dalam sosialisasi tersebut menyampaikan kegiatan ini bisa menghadirkan solusi kreatif untuk masalah lingkungan.

“Minyak jelantah yang biasanya dibuang begitu saja ternyata bisa diolah menjadi lilin aromaterapi yang bermanfaat, sekaligus punya nilai ekonomi,” katanya.

Sementara itu, warga setempat, Mbah Hanan, mengungkapkan rasa senangnya karena program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya jadi tahu kalau minyak bekas bisa dipakai lagi, bahkan bisa dijual kalau ditekuni. Harapannya kegiatan ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya.

Kehadiran program sosialisasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas Universitas mampu menghasilkan inovasi yang konkret. Pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bukan hanya menjaga kebersihan lingkungan dari limbah berbahaya, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha mikro berbasis ekonomi kreatif.

Lebih dari itu, kegiatan ini mencerminkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menggabungkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan semangat pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi lintas kampus dalam KKN Nusantara menjadi teladan penting bagaimana pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.

Program kerja KKN Nusantara kelompok 23 ini menjadi pijakan awal bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus berani mengembangkan potensi ekonomi baru.

Harapannya, setelah KKN usai, warga dapat melanjutkan praktik pengolahan minyak jelantah ini secara mandiri. Karena sesungguhnya, perubahan besar dimulai dari langkah kecil, seperti menjadikan limbah tak berguna menjadi sesuatu yang bermanfaat.

 

 

X