Sumenep, UA– Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, berhasil menyulap buah semangka segar menjadi produk ekonomis dan inovatif berbasis zero waste, Minggu, 31 Agustus 2025
Mahasiswa KKN dari Pondok Pesantren Annuqayah ini mengadakan seminar bertema “Transformasi Buah Semangka Menjadi Inovasi Olahan Berbasis Zero Waste,” bersama kelompok tani dan Ibu PKK di desa setempat. Tema ini dipilih sebagai jawaban atas potensi besar buah semangka di Desa Lombang yang selama ini hanya dimanfaatkan sebatas buah konsumsi, sementara bagian lainnya masih jarang diolah secara maksimal.

Mahasiswa melakukan kunjungan langsung ke lahan petani semangka. Dalam kesempatan itu, mahasiswa menggali informasi mengenai hasil panen, pendapatan yang diperoleh, serta kendala yang dihadapi petani. Dari kunjungan tersebut terungkap bahwa semangka memang menjadi komoditas utama di desa, namun pemasaran masih terbatas dan nilai ekonominya cenderung belum maksimal.
Mahasiswa KKN ini kemudian memberikan pelatihan mandiri. Pelatihan ini difokuskan pada pembuatan olahan dari buah semangka dengan konsep zero waste. Artinya, seluruh bagian semangka, mulai dari daging, kulit, hingga bijinya, diproses menjadi produk yang bermanfaat.

Dari olahan semangka, mahasiswa mencoba membuat berbagai produk, seperti manisan kulit
semangka, selai buah semangka, keripik kulit semangka, hingga pupuk cair organik (POC) dari
sisa kulit dan biji. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa buah semangka ternyata dapat diolah
menjadi aneka produk kreatif yang bernilai jual. Hal ini menegaskan bahwa zero waste bukan
hanya konsep ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi.
Dalam memberikan edukasi tersebut, mahasiswa KKN di desa Lombang menghadirkan Ibu Eni Mutiati, M.Si, dosen Prodi Biologi Universitas Annuqayah. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya inovasi dalam pengolahan hasil pertanian, khususnya semangka, agar tidak hanya berhenti sebagai komoditas konsumsi. Menurutnya, pemanfaatan semangka secara maksimal bisa mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi limbah organik.
Mereka menilai bahwa pelatihan seperti ini sangat bermanfaat karena selama ini sebagian besar masyarakat hanya menjual semangka dalam bentuk utuh. Dengan adanya wawasan baru, muncul kesadaran bahwa semangka bisa dikembangkan menjadi berbagai produk dengan nilai tambah. Selain itu, seminar ini juga memberikan motivasi bagi ibu-ibu PKK dan pemuda desa untuk mulai mencoba mengolah semangka. Dukungan aparat desa juga menjadi faktor penting yang diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program setelah mahasiswa KKN kembali ke kampus.

Kepala desa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan berharap inovasi ini bisa terus dijalankan bersama masyarakat. Kepala desa berharap melalui inovasi olahan semangka berbasis zero waste, mereka tidak hanya memperkenalkan teknologi pengolahan pangan sederhana, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya peluang usaha baru yang ramah lingkungan dan berdaya saing.
“Kami berharap semangka yang dahulu hanya dikenal sebagai buah segar, kini benar-benar menjadi simbol inovasi, ekonomi kreatif, dan kemandirian bagi masyarakat Desa Lombang,” katanya.