Kediri, UA– Ketua Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi, Drs. H. R. Wijaya, M.Si., mengatakan bahwa pengurus Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi sedang mengusahakan prodi TP menuju profesi.
“Kami sudah melakukan pembicaraan sampai di tingkat pemerintah dan insyaallah profesi TP sebagai profesi akan segera disahkan sama pemerintah,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Konferensi Nasional IX Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (KOTATERAPI) di Hotel Merdeka Kediri sejak Rabu, 29 Oktober 2025 hingga Jumat, 31 Oktober 2025.
Dalam penyampaiannya, apa yang diusahakan itu merupakan salah satu program kerja pengurus Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi. Dalam kegiatan tersebut, selain memantapkan program kerja organisasi Kotaterapi juga membicarakan kurikulum atau bahan ajar tingkat nasional yang perlu diajarkan dalam prodi TP, juga membahas profil lulusan prodi TP.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan seminar nasional Tasawuf Psikoterapi dengan tema: “Paradigma Integratif Tasawuf dan Psikoterapi Kontemporer: Konstruksi Psikosufistik dan Ekosufisme sebagai Solusi Holistik atas Krisis Eksistensial-Ekologis Masyarakat Modern.”
Salah satu dosen program studi Tasawuf dan Psikoterapi (TP) Universitas Annuqayah, Masykur Arif, M.Hum, berkesempatan menghadiri kegiatan ini. Sebagaimana diketahui, tuan rumah Konferensi Nasional IX Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (KOTATERAPI) adalah UIN Syekh Wasil Kediri.
Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut Prof. Dr. H. A. Halil Thahir, M.HI (Dekan FUDA UIN Syekh Wasil Kediri). Prof. Dr. H. Moh. Asror Yusuf, M.Ag. (Guru Besar UIN Syekh Wasil Kediri). Prof. Dr. Moh. Sholeh, M.Pd. (Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya). Assoc. Prof. Drs. H. R. Wijaya, M.Si. (Ketua Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia).
Dalam kegiatan itu juga dikabarkan bahwa akan digelar Munas Kotaterapi di UIN Abdurrahman Wahid Pekalongan. Rencananya akan digelar pada pertengahan tahun 2026.