Masyarakat Minim Inovasi, Mahasiswi Universitas Annuqayah Kenalkan Cara Produksi VCO Berbasis Potensi Desa

Sumenep, UA– Sejumlah Mahasiswi KKN Universitas Annuqayah  Posko 09 sumbangkan inovasi produk yang diolah dari hasil potensi desa. Mereka menggelar Pelatihan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) bersama ibu-ibu PKK di Balai Desa Beluk Raja pada Sabtu, (9/9/2024).

Salah satu potensi agrikultur yang  dihasilkan Desa Beluk Raja, Ambunten, Sumenep yaitu kelapa. Umumnya, masyarakat hanya mengolah kelapa menjadi santan atau dijual langsung di pasar tradisional. Mereka kurang memiliki inovasi dalam mengolah hasil pertanian, sehingga hal tersebut membuat potensi desa di sektor pertanian tidak berkembang.

“Sebenarnya Sumber Daya Alam (SDA) yang dihasilkan Desa Beluk Raja cukup potensial, baik dalam sektor pertanian maupun perikanan. Namun yang menjadi kendala itu, minimnya inovasi masyarakat untuk mengolah potensi tersebut, terutama di sektor pertanian,” Kata Kadarisman, Kepala Desa Beluk Raja kepada Mahasiswi KKN Universitas Annuqayah  Posko 09.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Mahasiswi KKN Universitas Annuqayah  Posko 09 berinisiatif untuk mengembangkan hasil pertanian dengan memperkenalkan produk berupa VCO (Virgin Coconut Oil). VCO sendiri merupakan minyak kelapa murni yang dihasilkan melalui proses fermentasi santan kelapa.

Berbeda dengan minyak kelapa yang diekstraksi melalui pemanasan dan pengolahan yang intens, VCO diproses melalui ekstraksi daging kelapa segar tanpa pemanasan. Sehingga, proses inilah yang membuat VCO kaya akan manfaat baik bagi kesehatan maupun kecantikan.

Tidak hanya memperkenalkan produk,  Mahasiswi KKN Universitas Annuqayah  Posko 09 juga mengadakan pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO). Pelatihan tersebut dihadiri oleh kumpulan Ibu PKK juga sejumlah Mahasiswi KKN Inkadha (Institut Kariman Wirayudha).

Foto bersama peserta KKN Universitas Annuqayah bersama ibu PKK.

“ VCO ini mengandung banyak nutrisi, sehingga bisa dijadikan alternatif untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan menajaga kesehatan kulit. Seperti memelihara kesehatan jantung, meningkatkan imun, mencegah diabetes, dan masih banyak lagi manfaat lainnya,” kata  Raudhatul Istoiqomah, Ketua Posko 09, ketika pelatihan pembuatan VCO.

Izzati, salah satu peserta KKN yang bertanggungjawab atas pelatihan tersebut menambahkan Selain bermanfaat untuk kesehatan, VCO juga bisa dijadikan perawatan alami kulit.

“Kandungaannya berkhasiat untuk melembabkan, menghaluskan, mengenyalkan, dan menenangkan kulit. Juga bisa dijadikan sebagai pelembab bibir,” katanya.

Pelatihan tersebut mendapat respon positif dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Perangkat Desa, sekaligus antusiasme dari audien. Mayoritas dari mereka baru mengenal VCO dan banyak yang ingin mencoba mempraktekkannya di rumah.

“Jika melihat prosesnya, sebenarnya tidak terlalu sulit dan hanya membutuhkan modal kelapa. Ini bisa dikembangkan oleh masyarakat untuk dijadikan usaha yang menunjang perekonomian,” Pungkas Ibu Azizah, sekretaris Desa Beluk Raja

 

X