Pusat Studi Aswaja dan Naskah Pesantren Universitas Annuqayah Lakukan Pemetaan dan Digitalisasi Puluhan Naskah Kuno di Batang-Batang Sumenep

Sumenep, UA – Universitas Annuqayah menggelar program pemetaan dan digitalisasi naskah kuno keagamaan di Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Madura Sabtu, 8 Februari 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan naskah-naskah kuno ulama setempat yang menyimpan nilai sejarah dan keagamaan penting bagi masyarakat. Dalam program tersebut, sekitar 14 naskah kuno telah berhasil didigitalisasi.

Moh. Ainur Ridha, M.Hum, Kepala Bagian Studi Naskah Pesantren Universitas Annuqayah mengatakan naskah-naskah tersebut meliputi berbagai bidang keilmuan, antara lain Al-Qur’an, akidah, fikih, dan doa-doa. Selain itu juga mencakup aspek ajaran sejarah lokal, dan kebudayaan Madura.

Tim Pusat Studi Naskah Pesantren Universitas Annuqayah saat melakukan digitalisasi dan pemetaan di desa Nyabakan timur, Batang Batang, Sabtu, 08 Februari 2025.

“Dengan digitalisasi ini, diharapkan naskah-naskah kuno tersebut dapat terpelihara dengan adanya salinan berupa naskah digital yang pada tahapan selanjutnya akan dibuat repositori berbasis daring yang memudahkan akses masyarakat umum dan para peneliti tanpa merusak keaslian fisiknya,” ungkapnya.

Selain 14 naskah yang telah selesai didigitalisasi, sekitar 40 naskah lainnya juga telah dipetakan dari dua daerah yang berpusat di desa Nyabakan Timur Batang-Batang, Sumenep. Naskah-naskah tersebut disiapkan untuk preservasi dalam tahap berikutnya.

Ia katakan program ini merupakan bagian dari upaya Universitas Annuqayah untuk menjaga warisan budaya dan intelektual yang dimiliki oleh ulama, sekaligus mengantisipasi kerusakan fisik yang dapat terjadi pada naskah-naskah yang sudah berusia ratusan tahun.

“Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah mahasiswa, serta ahli naskah kuno yang bekerja sama dalam memetakan dan mendigitalisasi setiap naskah. Selain pemetaan dan digitalisasi, tim juga memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat mengenai cara merawat dan menjaga naskah kuno agar tetap terjaga keutuhannya,” tambahnya.

Nuris berharap dengan adanya upaya pemetaan dan digitalisasi ini, diharapkan dapat menjadi model untuk instansi lain dalam melestarikan naskah kuno dan warisan budaya lokal yang bernilai tinggi.

X