Selamatkan Pendidikan Anak Pekerja Migran, Universitas Annuqayah Bersama 102 Perguruan Tinggi Indonesia Ikut Andil Teken MoU dengan KBRI Kuala Lumpur

Malaysia, UA MediaUniversitas Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep Madura menjadi salah satu dari 102 perguruan tinggi di Indonesia yang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Kesepakatan ini bertujuan memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Rektor Universitas Annuqayah, Dr. KH. Muhammad Hosnan, M.Pd hadir dalam kegiatan ini bersama 102 Rektor dan Ketua Perguruan Tinggi se-Indonesia dalam penandatanganan perjanjian kerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur yang dipusatkan di Nilai Springs Resort Hotel, Putra Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia, Selasa, 9 September 2025.

Rektor Universitas Annuqayah saat menghadiri MoU kerja sama internasional dengan KBRI Kuala Lumpur di Malaysia.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain 102 Rektor dan Ketua Perguruan Tinggi Indonesia, 77 pengelola Sanggar Bimbingan (SB) se-Malaysia, Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, serta jajaran pegawai KBRI Kuala Lumpur.

Dalam sambutannya, Dato’ Indera Hermono, Duta Besar RI untuk Malaysia menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Lebih lanjut, ia katakan, perguruan tinggi di Indonesia memiliki peran besar dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi mereka. Menurutnya, jika anak-anak pekerja migran tidak memperoleh pendidikan yang layak, maka akan tercipta lingkaran kebodohan yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kami percaya melalui sinergi ini, pendidikan anak-anak pekerja migran dapat ditingkatkan sehingga mereka tidak tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan. Program ini juga memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia,” katanya.

Duta Besar juga menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk dedikasi sekaligus warisan berharga bagi rakyat Indonesia sebelum dirinya mengakhiri masa tugas sebagai Duta Besar di Kuala Lumpur.

Acara diakhiri dengan diskusi bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kuala Lumpur. Diskusi tersebut menghasilkan sejumlah poin penting kerja sama antara KBRI Kuala Lumpur, pengelola Sanggar Bimbingan, dan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya dalam mendukung akses dan kualitas pendidikan anak-anak pekerja migran di Malaysia.

Melalui kerja sama ini, diharapkan lahir langkah-langkah nyata dan berkesinambungan untuk mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi anak-anak bangsa, di manapun mereka berada.

Sebagaimana diketahui, MoU ini akan berlaku selama empat tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Kehadiran 102 perguruan tinggi sebagai peserta penandatangan menunjukkan tingginya komitmen dunia akademik Indonesia dalam memberikan solusi konkret atas tantangan pendidikan di luar negeri.

Penandatanganan MoU dilanjutkan dengan sesi foto bersama Duta Besar KBRI Kuala Lumpur sebagai simbol komitmen kerja sama yang kuat antara perguruan tinggi Indonesia dan KBRI.

 

X